Menurut Direktur Utama TOWR Adam Gifari, saat ini 217 tower telah diserahterimakan dari Hutchison CP Telecommunications (HCPT) kepada PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), anak usaha TOWR.
"1.000 tower akan diselesaikan, sampai saat ini sudah 217," jelasnya usai RUPS Tahunan di Jakarta, Senin (20/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam mendanai pembelian tower, perseroan siap melakukan pinjaman perbankan serta kas internal. Pemegang saham, dalam RUPSLB juga telah menyetujui rencana pinjaman US$ 1,5 miliar sebagai bagian dari akusisi menara telekomunikasi tersebut.
Pada saat penyelesaian transaksi, portofolio menara Protelindo diperkirakan akan melebihi 6.000 menara di seluruh Indonesia. "Kami tidak membagikan dividen karena laba Rp 100 miliar (di 2010), lebih baik diinvestasikan untuk pengembangan bisnis kami," tegasnya.
Tahun lalu laba perseroan merosot 83% dari sebelumnya, Rp 589,49 miliar. Adam mengaku, menurunnya laba akibat pembayaran utang yang menjadi beban pada tahun buku 2010.
"Tahun lalu kami memang ingin turunkan biaya bunga, dengan melakukan refinancing utang yang beban bunganya mahal, yang jatuh tempo 2012. Sehingga beban belum dapat diamortisasi," imbuh Adam.
(wep/ang)










































