"2012 berproduksi. Ini menjadi aset kami dan memiliki prospek positif," kata Direktur BIPI Firlie Ganinduto, usai RUPS Tahunan, di Ritz Calton, Kuningan, Jakarta, Selasa (21/6/2011).
Perseroan melalui anak usahanya, PT Delta Samudera memang memiliki konsensi tambang batubara di Kutai Timur, Kaltim. BIPI memegang izin konsesi hingga 2031.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lokasi tersebut memiliki tiga blok, Barat, Tengah dan Timur. Masing-masing memiliki cadangan 24,1 juta ton, 13,5 juta ton dan 7 juta ton.
"Tahun 2010 masih dalam tahap survey intensif dan eksplorasi," terangnya.
Eksplorasi telah dilakukan pada area seluas 9.384 ha. Tahun lalu BIPI melakukan pengeboran 5 rig untuk mengevaluasi kembali cadangan batubara dalam konsensi.
Perseroan mengaku terkendala dalam aktivitas pengeboran. Pasalnya, tidak ada jalan yang memadai sehingga harus mendahulukan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan menuju lokasi penambangan.
Terdapat pula genangan air akibat banjir luapan sungai Nyuatan hingga menghambat kerja di lapangan.
Sejatinya terdapat penawaran untuk menjual aset tambang batubara perseroan dari pihak ketiga. Namun karena tidak adanya kesepakatan harga, penjualan salah satu aset tambang urung dilakukan manajemen.
"Lepas anak usaha batubara, juga Elnusa kalau tidak sesuai dengan ekspektasi buat apa. Untuk akuisisi baru, masih lirik-lirik. masih terlalu dini," tegasnya.
(wep/ang)











































