Euro sesaat melonjak hingga 1.4429 terhadap dollar menjelang penutupan sesi perdagangan Selasa (21/6). Penguatan euro didukung hasil mosi tidak percaya atas susunan kabinet baru Perdana Menteri Yunani George Papandreou.Lolos dari mosi tidak percaya, Papandreou membawa Yunani selangkah menjauh dari kemungkinan default (gagal bayar) atas hutang-hutangnya. Namun, kemenangan Papandreou barulah langkah kecil dari perjalanan panjang Yunani mengatasi krisis hutangnya. Papandreou masih harus menghadapi voting atas kebijakan pemotongan anggarannya minggu depan.
Dalam pengambilan suara mosi tidak percaya tersebut, Papandreou mendapatkan 155 suara dari minimal 151 yang dibutuhkannya. Kemenangan tipis menjadi indikasi masih beratnya perjuangan Papandreou meloloskan kebijakan pemotongan anggaran yang menjadi syarat agar Yunani mendapatkan dana talangan tambahan dari Uni Eropa dan IMF.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Morgan Stanley, salah satu bank devisa terbesar di Wall Street, Selasa kemarin bahkan menurunkan proyeksi akhir tahun euro menjadi $1.36 terkait krisis Yunani dan masalah pertumbuhan ekonomi. Sebelumnya, Morgan Stanley memprediksikan euro akan berada di kisaran $1.49 pada akhir tahun ini.
Meski demikian, paling tidak untuk sementara ini, hasil mosi tidak percaya atas kabinet baru Papandreou sudah cukup untuk memberikan sedikit nafas lega bagi euro. Terhadap dollar, euro ditutup di kisaran 1.4395 pada akhir sesi perdagangan Selasa, menguat sekitar 0,6 persen dari level pembukaan.
Dollar sendiri terpantau tertekan menunggu pengumuman hasil rapat kebijakan moneter Bank Sentral AS, Federal Reserve. The Fed akan mengumumkan keputusannya mengenai suku bunga, merilis pernyataan kebijakan dan diikuti kemudian dengan konferensi pers oleh Chairman The Fed Ben Bernanke Kamis Dini hari WIB.
Terhadap franc Swiss, dollar ditutup melemah hampir 0,6 persen di 0.8409. Versus poundsterling, dollar juga ditutup melemah sekitar 0,2 persen dengan ditutup di 1.6237 pada akhir sesi. Demikian pula versus dollar Australia, dollar ditutup melemah sekitar 0,15 persen di 1.0594.
The Fed bisa dipastikan akan kembali mempertahankan suku bunganya pada level nol hingga 0,25 persen. Karena itu, para pelaku pasar akan lebih memusatkan perhatian pada kalimat-kalimat yang dilontarkan The Fed nantinya. Rapat kali ini adalah rapat The Fed pertama sejak data perekonomian AS mulai menunjukkan tanda-tanda melemah sekitar sebulan terakhir.
Pada perdagangan lainnya, harga emas dunia berlanjut menguat mencapai level tertinggi sejak 9 Juni. Naik hingga tertinggi $1547.90 per troy ounce, emas akhirnya ditutup di kisaran $1546.80, menguat sekitar 0,5 persen dari level pembukaan. (atz)











































