London Sumatera Kembali Bagi Dividen Rp 10 per Saham
Rabu, 23 Jun 2004 13:04 WIB
Jakarta - Perusahaan Perkebunan PT PP London Sumatera Indonesia tbk (Lonsum) kembali membagikan dividen Rp 10 per saham atau total Rp 10,364 miliar yang merupakan 3,3 persen dari laba bersih tahun 2003 sebesar Rp 311 miliar. Perseroan terakhir kali membagikan dividen untuk tahun buku 1997. "Dividen ini jangan dilihat besarannya, tapi ini untuk memberikan sinyal kepada imvestor bahwa perseroan masih menjanjikan setelah selesainya restrukturisasi utang," kata Presdir Lonsum Glenn Yusuf usai RUPS di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (23/6/2004).Sementara untuk penjualan tahun 2004, perseroan menargetkan sebesar Rp 1,4 triliun atau naik 15 persen dibandingkan tahun 2003 yang sebesar Rp 1,257 triliun. Target penjualan tersebut selain dari penjualan CPO diharapkan juga karena peningkatan harga CPO. Pada tahun 2004 peoduksi CPO diproyeksikan mencapai 340 ribu metrik ton sementara tahun 2003 sebesar 267 ribu metrik ton. Saat ini penjualan untuk ekspor mencapai 40 persen dan 60 persen untuk lokal. Lonsum memiliki lahan inti seluas 66 ribu hektar dan plasma seluas 35 ribu hektar. Robert Kuok HengkangMenanggapi keberadaan investor dari Malaysia Robert Kuok, Glenn mengakui bahwa Robert pernah membeli saham perseroan menjelang pelaksanaan restrukturisasi. Namun, setelah kesepakatan restrukturisasi tercapai, investor tersebut keluar dari perusahaan karena ternyata hasil restrukturisasi tidak menjanjikan."Saya juga mau menegaskan bahwa tidak benar investor lama membuat perjanjian dengan nama yang anda sebutkan tadi (robert kuok)," katanya tanpa pernah mau menyebutkan nama Robert Kuok.Mantan Kepala BPPN ini menilai perusahaan perkebunan tidak bisa menjadi investasi spekulasi tapi jangka panjang. Lonsum pada 27 Mei 2004 telah mendapatkan persetujaun pemegang saham untuk melakukan restrukturisasi utang senilai US$ 228 juta. Saat ini utang yang sedang direstrukturisasi mencapai US$ 75 juta dengan sindikasi bank yang dipimpin BNI dan beranggotakan Bank Lippo, Bank Niaga, Bank Danamon dan Bank Permata.Restrukturisasi ini berjangka waktu 5 tahun yang berakhir Desember 2008. Sedangkan sisa utang yang masih akan menjadi MCN (surat utang wajib konversi) masih mencapai US$ 57,5 juta. Sementara yang sudah berhasil dikonversi menjadi saham sebesar US$ 80 juta. Dari hasil restrukturisasi tersebut, saat ini 60 kepemilikan Lonsum adalah asing dengan rincian 24,4 persen dimiliki Ashmore dari Inggris dan 40 persen oleh Carnegie & Wile.
(qom/)











































