Unilever Bagi Dividen 118 Persen dari Laba Bersih 2003
Rabu, 23 Jun 2004 15:13 WIB
Jakarta - PT Unilever tbk membagikan dividen total untuk tahun buku 2003 sebesar Rp 200 per saham. Dividen ini secara total mencapai Rp 1,526 triliun atau 118 persen dari laba bersih tahun 2003 yang sebesar Rp 1,297 triliun.Menurut Dirut Unilever Maurits Lalisang, dalam jumpa pers di Hotel Grand Melia, Jakarta, rabu (23/6/2004), kelebihan dividen diatas laba bersih akan diambil dari laba ditahan tahun lalu.Sebelumnya Unilever telah membagikan dividen interim Rp 70 per saham pada Desember 2003 dan sebesar Rp 50 per saham dibagikan Maret 2004. Sedangkan sisa dividen Rp 80 per saham akan dibayarkan pada Agustus 2004.Diakui, dividen tahun 2003 ini lebih besar 67 persen dibanding dividen tahun 2002. Untuk tahun 2004, perseroan menganggarkan capital expenditure atau capex sebesar US$ 140 juta yang akan sigunakan untuk penambahan kapasitas baik produk organik maupun produk solving. Untuk tahun 2004 Unilever menargetkan pertumbuhan baik penjualan maupun laba bersih sevesar 10-15 persen dibandingkan tahun lalu. Pada tahun 2003 penjualan tercatat Rp 8,124 triliun naik 16 persen dibanding tahun 2003 yang sebesar Rp 7,015 triliun. Sedangkan laba bersih sebesar Rp 1,297 triliun naik 33 persen dibanding tahun 2002 yang sebesar Rp 978 miliar. Selama periode tahun 2003-2012, perseroan menginvestasikan dana Capex sebesar US$ 500 juta dimana tiap tahun akan digunakan secara berbeda sesuai kebutuhan. Mengenai akuisisi emnurutnya [perseoran masih teus mencari eoprusahaan sejenis. Tahun 2003 telah mengakuisisi PT Knorr Indonesia.PPATK Temukan 66 Transaksi Mencurigakan Terkait L/C BNIPPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 66 laporan transaksi mencurigakan terkait kasus L/C fiktif BNI. Laporan itu berasal dari 28 bank baik didalam negeri maupun luar negeriDemikian disampaikan Kepala PPATK Yunus Husein sebelum rapat tertutup tentang LC fiktif BNI dengan Komisi IX DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (23/6/2004).Menurut Yunus, dari 66 laporan transaksi tersebut, sebanyak 143 rekening berasal dari 12 bank di dalam negeri yang melibatkan 84 pihak. Sedangkan sebanyak 25 rekening berasal dari 16 bank di luar negeri yang melibatkan 17 pihak. Nilai rekening di luar negeri ini mencapai US$ 44,5 juta.Secara total hingga 23 Juni 2004, PPATK telah menerima laporan transaksi keuangan yang mencurigakan sebanyak 728 dari 45 bank dimana 108 diantaranya sudah diteruskan ke kepolisian dan satu diantaranya ke Kejaksaan.
(qom/)











































