Demikian disampaikan Investor Relation BRMS usai RUPS Tahunan, di Hotel Nikko, Jakarta, Selasa (28/6/2011).
Penambangan iron ore dihasilkan dari anak usaha, Bumi Mauritania, anak usaha perseroan memiliki 60% saham secara tidak langsung melalui Bumi Holding S.A.S. Pada konsesi tambang ini memiliki cadangan iron ore sekitar 100 juta ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu tambang lain yang akan berproduksi adalah Dairi Prima Minerals. Saat ini perseroan sedang menantikan izin hak pinjam pakai atau sertifikasi dari Kementerian Kehutanan. BRMS memiliki 80% saham atas tambang Dairi Prima.
"Kita telah sampaikan ke Menhut permohonannya. Seperti kita ketahui dekrit kemarin ada pelarangan penambangan bawah tanah di hutan lindung. Setelah dekrit keluar, kita sedang dalam posisi menunggu. Setelah approval langsung konstruksi. Target kita dua hingga tiga bulan dpt izinnya," terang Direktur Keuangan BRMS Yuanita Rohali.
Dairi Prima memiliki potensi tambang Zinc dan Lead. Saat produksi telah dilakukan pada awal 2013, BRMS menargetkan produksi 200 juta ton per tahun. "Produksi Zinc 140 juta ton dan Lead 60 juta ton," ucapnya.
Dalam RUPS hari ini, manajemen juga meminta persetujuan pemegang saham dalam penerbitan jaminan perseroan (corporate guatantee), gadai sebagian atau seluruh saham-saham perseroan yang mereka miliki, serta rekening escrow. Langkah ini dilakukan dalam rangka pembiayaan atau perolehan utang baru pada masa mendatang.
Perseroan hingga saat ini tercatat memiliki utang US$ 237 juta yang terdiri dari utang perbankan US$ 219 juta, serta US$ 18 juta kepada Nomora, Jepang.
"Utang jatuh tempo tahun depan untuk bank, dan dua tahun lagi kepada Nomora. Tidak ada percepatan pembayaran, karena utang kami masih sedikit," imbuhnya.
(wep/ang)











































