Yunani Siap Berhemat, IHSG Menanjak 21 Poin

Yunani Siap Berhemat, IHSG Menanjak 21 Poin

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Kamis, 30 Jun 2011 09:36 WIB
Yunani Siap Berhemat, IHSG Menanjak 21 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatan setelah investor kembali pede menyusul kesepakatan parlemen Yunani melakukan penghematan belanja demi menyelesaikan krisis utangnya.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat di posisi Rp 8.600 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan Selasa kemarin di Rp 8.620 per dolar AS.

Pada perdagangan preopening, IHSG menguat 20,789 poin (0,54%) ke level 3.851,062. Sedangkan Indeks LQ 45 naik 5,381 poin (0,79%) ke level 683,463.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengawali perdagangan, Kamis (30/6/2011), IHSG dibuka menanjak 21,941 poin (0,57%) ke level 3.852,214. Indeks LQ 45 dibuka melesat 5,626 poin (0,82%) ke level 683,708.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG naik semakin tinggi, menguat 37,663 poin (0,98%) ke level 3.867,936. Sementara Indeks LQ 45 melompat 8,743 poin (1,29%) ke level 686,825.

Pada perdagangan Selasa kemarin, IHSG ditutup menguat cetak 16 poin di tengah transaksi yang tak terlalu ramai menjelang libur. Investor masih menunggu keputusan parlemen Yunani dalam menyelesaikan krisis utang.

Mayoritas bursa-bursa di Asia melaju cukup kencang menyusul persetujuan parlemen Yunani melakukan penghematan pengeluaran demi menanggulangi krisi utangnya. Hanya bursa saham Jepang yang sedikit terpeleset ke zona merah.

Berikut kondisi bursa-bursa di regional pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai menguat 17,31 poin (0,63%) ke level 2.745,79.
  • Indeks Hang Seng menanjak 216,52 poin (0,98%) ke level 22.277,70.
  • Indeks Nikkei 225 menipis 1,12 poin (0,01%) ke level 9.796,14.
  • Indeks Straits Times naik 20,98 poin (0,68%) ke level 3.100,72.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat di posisi Rp 8.600 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan Selasa kemarin di Rp 8.620 per dolar AS.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads