Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan akhir pekan dengan menguat 20 poin. Indeks pun langsung menembus rekor intraday baru di level 3.900.
Investor pun belum terlalu merespon data inflasi bulan Juni yang lebih tinggi dari ekspektasi. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi Juni mencapai 0,55% lebih tinggi dari bulan lalu sebesar 0,12% karena kenaikan harga bahan pokok.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tipis di posisi Rp 8.570 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.575 per dolar AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Membuka perdagangan akhir pekan, Jumat (1/7/2011), IHSG naik 20,574 poin (0,52%) ke level 3.909,143. Indeks LQ 45 menguat 5,622 poin (0,81%) ke level 696,268.
Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG lanjutkan penguatan, naik 37,726 poin (0,97%) ke level 3.926,295. Sementara Indeks LQ 45 melesat 9,367 poin (1,36%) ke level 700,013.
Kemarin, IHSG ditutup melesat 58 poin, sekaligus mencetak rekor baru disokong dana asing yang parkir di lantai bursa dengan jumlah cukup besar, sebanyak Rp 1 triliun.
Bursa-bursa di regional pagi tadi kompak berjalan santai di zona merah, namun kini bursa saham China terkena profit taking.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia pagi ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun tipis 7,75 poin (0,28%) ke level 2.754,33.
- Indeks Nikkei 225 menguat 46,76 poin (0,48%) ke level 9.862,85.
- Indeks Straits Times naik 12,00 poin (0,38%) ke level 3.132,44.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat tipis di posisi Rp 8.570 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.575 per dolar AS.
(ang/dnl)










































