Bangun Pabrik US$ 600 Juta, Pusri Berniat Terbitkan Surat Utang

Bangun Pabrik US$ 600 Juta, Pusri Berniat Terbitkan Surat Utang

- detikFinance
Jumat, 01 Jul 2011 12:27 WIB
Jakarta - PT Pusri Palembang siap menerbitkan obligasi dalam pemenuhan dana pembangunan pabrik baru, di akhir 2012. Nilai investasi pembangunan pabrik Pusri IIB sekitar US$ 600 juta.

Demikian disampaikan Direktur Utama PT Pusri Palembang Eko Sunarko, di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (1/7/2011).

"Obligasi memungkinkan agar di kenal pada masyarakat pasar modal. Masih belum tahun ini, bisa akhir tahun depan. Ini untuk membiayai pabrik IIB," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eko menambahkan, pembangunan pabrik baru akan dimulai akhir 2011 dan berlokasi di Pelembang, Sumatera Selatan. Pabrik baru tersebut berkapasitas 2.000 ton per tahun.

"Kita masih belum tentukan berapa masing-masing. Kami mencari struktur modal yang paling optimal. Yang jelas tidak sebesar US$ 600 juta," ungkapnya.

Pabrik Pusri Rata-Rata Berusia 30 Tahun

Perseroan kini memiliki empat pabrik, yaitu Pusri II, Pusri III, Pusri IV, dan Pusri IB. Seluruhnya telah berusia tua sehingga konsumsi bahan bakar pabrik tersebut boros.

"Pabrik terbaru kami berusia 20 tahun, dan kami berdiri sejak tahun 1959. Dengan pabrik ini, teknologi ini memakai teknologi 30-40 mmbtu per ton. Maka pada kesempatan ke depan, akan ganti pabrik dan teknologi dengan target (konsumusi gas) 20 mmbtu per ton," paparnya.

Pengoptimalan bahan bakar gas penting untuk menjaga kelangsungan produksi urea perseroan. Pabrik alam akan dilakukan revitalisasi secara bertahap, dan kebutuhan gas Pusri Palembang akan meningkat dari 225 mmscfd menjadi 313 mmscfd.

Pada tahap pertama akan dilakukan replacement pabrik dengan konsumsi di atas 30 mmbtu per ton urea, yakni Pusri II, III dan IV. "Karena rehabilitasi pabrik, untuk itu bahan baku gas menjadi penting," imbuhnya.

"Kalau gas semakin lama, maka kami rencanakan MoU dengan PTBA untuk gasifikasi, pasokan dari PTBA. Pasang boiler dari gas alam ke batubara," pungkasnya.


(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads