Krakatau Steel Berharap Dapat Tambahan Gas dari PGN

Krakatau Steel Berharap Dapat Tambahan Gas dari PGN

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Jumat, 01 Jul 2011 14:03 WIB
Krakatau Steel Berharap Dapat Tambahan Gas dari PGN
Jakarta - PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) mengharapkan pasokan gas alam yang optimal atau sekitar 113 mmscfd, untuk menggenjot produksi baja mereka. Dengan penyelesaian unit penampungan dan regasifikasi terapung (floating storage receiving unit terminal) di teluk Jakarta, milik PT Perusahaan Gas Negera Tbk (PGAS), diharapkan kekurangan pasokan gas dapat terpenuhi.

Demikian disampaikan Direktur Utama KRAS, Fadwar Bujang di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (1/7/2011).

"Idealnya kami membutuhkan 113 mmscfd untuk meningkatkan kapasitas," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fadwar menambahkan, saat ini suplai gas alam yang didapat perseroan hanya 80 mmscfd. Itupun dipasok oleh dua BUMN, PT Pertamina (Persero) sebesar 50 mmscfd, sisanya oleh PGAS 30 mmscfd.

Minimnya gas yang diperuntukkan sebagai bahan baku tersebut, mengakibatkan produksi baja KRAS terganggu. "Saat ini kami dapat 80 mmscfd. Ini jelas menjadikan penurunan produktifitas dan efisiensi. Meskipun kita sudah lakukan modifikasi, sehingga efisiensi di hulu dapat terjadi, 10-13%," ucap Fazwar.

Ia mengharapkan, FSRU terminal milik PGAS di teluk Jakarta, segera tuntas. Karena dengan terminal baru ini, PGAS dapat memproduksi 700 mmscfd gas alam, dimana sebagian dari hasil produksi akan disalurkan ke Krakatau Steel.

"Ini akan sangat membatu, dan pada 2014 kita pastikan sudah mendapat pasokan," tegasnya.

Fazwar juga menyampaikan, kebutuhan baja di dunia semakin meningkat. Untuk itu penting bagi KRAS untuk mempercepat peningkatan produksi dan mengambil peran dalam pasokan baja, khususnya untuk industri dalam negeri.

Perencanaan peningkatan produksi sudah dilakukan perseroan secara maksimal. Dan hasil di tahun ini sudah mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri. "Produksi segitu sudah cepet banget. Apalagi yang HRC (Hot Rolled Coil/Plate) naik dari 2 juta ton menjadi 2,4 juta ton, dan akan menjadi 3,5 juta ton," paparnya.

Ke depan, perseoan terus membenahi infrastruktur dan mulai mengembangkan long product, tidak hanya fokus pada flat product. "Tentu kami mempunyai planning tapi kita belum bisa disclose karena masih awal. Dan long product menjadi perhatian kami. Pabrik long product kita mulai perbaiki, seperti Krakatau Waja Tama. Juni dan Juli akan meningkatkan kapasitas dan kualitas," imbuhnya.

Anak usaha perseroan tersebut, saat ini mampu memproduksi 10-11 ribu ton per bulan. Dengan pembenahan yang dilakukan, maka produksi Krakatau Waja Tama akan naik hingga 15 juta ton per bulan. "Nanti Agustus sudah mulai selesai," pungkasnya.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads