PT Adaro Energy Tbk (ADRO), melalui anak usahanya PT Adaro Indonesia mendapat kucuran pinjaman sebesar US$ 750 juta dari beberapa bank asing dan lokal. Dananya akan digunakan untuk belanja modal (capital expenditure/capex) dan modal kerja.
Menurut Sekretaris Perusahaan Adaro Devindra Ratzarwin, yang menjadi lead arrangers dalam pinjaman ini adalah DBS Bank Ltd, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), Oversea-Chinese Bank Corporation Limited, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd cabang Singapura dan Jakarta.
"Facilities agreement dan pelaksanaan dari fasilitas pinjaman ini digantungkan pada syarat dan kondisi yang tercantum dalam perjanjian," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (7/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara bunga untuk pinjaman ini disepakati LIBOR+Applicable Margin. Adaro Energy selaku induk dari Adaro Indonesia akan menjadi penjamin dalam fasilitas pinjaman ini.
Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 11.14 waktu JATS harga saham ADRO naik 25 poin (0,99%) ke level Rp 2.550 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 239 kali dengan volume 26.257 lot senlai Rp 33,52 miliar.
(ang/dnl)











































