Bakrie Brothers Gandeng Produsen Baja Cina dan Malaysia
Kamis, 24 Jun 2004 14:06 WIB
Jakarta - PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) akan menggandeng produsen baja Cina dan Malaysia agar bisa menguasai sektor hulu hingga hilir produksi pipa baja. Hal itu dilakukan untuk menciptakan harga lebih kompetitif dan bisa bersaing dengan Cina."Sekarang ini kita sangat bergantung pada produksi Krakatau Steel sehingga kalau harga naik barang kita jadi naik, sedangkan Cina yang menguasai hulu sampai hilir bisa lebih kompetitif harganya," kata Direktur Utama Bakrie and Brothers, Bobby Gafur S. Umar, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Hotel Intercontinental, Jakarta, Kamis (24/6/2004).Nantinya, produsen baja asal Cina dan Malaysia itu akan menjadi mitra strategis (strategic partner) bagi Bakrie. Namun belum diketahui bagaimana bentuk kerjasamanya, apakah melalui penyertaan saham atau yang lainnya. "Kita akan umumkan ke publik sekitar Agustus atau September," janji Bobby.Menurut dia, saat ini produsen baja Cina dan Malaysia melihat pasar baja di Indonesia cukup baik sehingga mereka berminat menanamkan investasinya di Indonesia. Untuk diketahui, pengelolaan produksi baja milik Bakrie berada di bawah perusahaan PT Bakrie Pipe Industries.Bobby juga menegaskan, mulai tahun 2004 diharapkan Bakrie sudah bisa tumbuh kembali setelah melalui masa-masa kritis. Nantinya, mereka akan lebih menekankan pada consumer oriented dengan fokus usaha pada bisnis manufaktur dan telekomunikasi.Pengembangan EsiaUntuk pengembangan kartu CDMA Esia yang saat ini baru mencapai 150.000 pelanggan, dijelaskan Bobby, diharapkan hingga akhir tahun telah mencapai 420.000 pelanggan.Sedangkan total capital expenditure untuk bisnis telekomunikasi mencapai US$ 50-60 juta. Diharapkan, hal itu bisa dibiayai dari pinjaman atau penerbitan obligasi, selain dana internal perseroan. "Kalau kondisinya bagus, mungkin kita akan menerbitkan obligasi," katanya.Dalam jangka waktu lima tahun mendatang, menurut dia, Esia ditargetkan bisa meraih 3 juta pelanggan. Saat ini, selain wilayah Jabotabek, Esia juga sudah memasuki wilayah Jawa Barat.
(ani/)











































