Wall Street Terkena Profit Taking

Wall Street Terkena Profit Taking

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Sabtu, 09 Jul 2011 10:41 WIB
Wall Street Terkena Profit Taking
Jakarta - Saham-saham di bursa Wall Street melemah akibat terkena aksi profit taking. Data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang jauh di bawah ekspektasi.

Pelemahan yang diderita bursa paman sam ini mengakhiri reli delapan hari Nasdaq. Meski seluruh indeks utama di Wall Street terkoreksi, namun dalam sepekan semuanya berhasil menambah poin.

Data tenaga kerja AS hanya bertambah 18.000 orang pada bulan Juni, bahkan jauh di bawah ekspektasi terendah para analis. Hal ini mengejutkan para investor yang baru saja menempatkan dananya di pasar modal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika anda mengkhawatirkan data tenaga kerja, sebaiknya anda menunggu laba emiten (semester I) sebelum menjual seluruh portofolio," kata Direktur Strategi Ekuitas RBC Wealth Management Phil Dow di Minneapolis seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (9/7/2011).

"Kami memperkirakan pendapatan dan laba emiten akan jauh di atas perkiraan dan jika digabungkan dengan valuasi pasar, ini saat yang tepat untuk masuk," ujarnya.

Indeks Dow Jones menyusut 62,29 poin (0,49%) ke level 12.657,20. Indeks Standard & Poor's 500 menipis 9,42 poin (0,70%) ke level 1.343,80. Indeks Komposit Nasdaq jatuh 12,85 poin (0,45%) ke level 2.859,81.

Selama sepekan, ketiga indeks paling utama di bursa saham AS merekah. Indeks Dow Jones melaju 0,6%, sementara Indeks S&P 500 menguat 0,3% dan Nasdaq bertambah 1,6%.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads