Menurut Agus, melesatnya IHSG yang bisa menembus level 4.000 hanya dalam waktu singkat harus dicermati dengan baik.
"Hati-hati, itu yang saya pasti akan minta semua pembina dan pengawas di pasar modal untuk melihat portfolionya, melihat siapa sub sektor atau sektor-sektor yang mungkin price to earning atau price to book nya sudah agak terlalu tinggi, untuk diyakini bahwa itu semua didukung oleh fundamental yang benar," katanya di kantornya, Jumat (8/7/2011) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita kan harus tumbuh dengan struktur yang baik. Selalu mungkin pertumbuhan itu adalah pertumbuhan yang tidak didukung dengan struktur yang kuat. Jadi untuk saya apabila ada kondisi yang baik saya selalu ambil sikap hati-hati," ujarnya.
Seperti diketahui, pada penutupan perdagangan kemarin IHSG kembali mengukir rekor barunya di level 4.003 setelah melompat 64 poin. Maraknya sentimen positif membuat indeks leluasa bergerak di jalur hijau.
Rekor terakhir yang dicetak IHSG yaitu pada Senin 4 Juli 2011 awal pekan ini di level 3.953,517 setelah menguat 26,419 poin (0,67%). Padahal waktu itu posisi IHSG sudah overbought dan terkena profit taking.
Investor asing pun ikut ambil bagian dalam pencetakan rekor terbaru IHSG ini dengan melakukan pembelian bersih (foreign net buy). Nilainya cukup besar, sebanyak Rp 611,297 miliar di pasar negosiasi dan reguler.
(ang/ang)











































