Profit Taking 'Paksa' IHSG Tinggalkan Level 4.000

Profit Taking 'Paksa' IHSG Tinggalkan Level 4.000

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 11 Jul 2011 09:36 WIB
Profit Taking Paksa IHSG Tinggalkan Level 4.000
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan awal pekan dengan terkoreksi 13 poin akibat aksi ambil untung yang dipicu melemahnya bursa-bursa global dan regional. Posisi indeks sudah masuk area jenuh beli.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah tipis di posisi Rp 8.520 dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 8.515 per dolar AS.

Pada perdagangan preopening, IHSG melemah 13,438 poin (0,33%) ke level 3.990,253. Sedangkan Indeks LQ 45 turun 3,482 poin (0,48%) ke level 707,414.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Membuka perdagangan, Senin (11/7/2011), IHSG terkoreksi 13,493 poin (0,34%) ke level 3.990,198. Indeks LQ 45 melemah 3,911 poin (0,55%) ke level 706,985.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG melemah semakin dalam, 18,124 poin (0,45%) ke level 3.985,567. Sementara Indeks LQ 45 turun 3,493 poin (0,49%) ke level 707,403.

Akhir pekan lalu, IHSG kembali mengukir rekor barunya di level 4.003 setelah melompat 64 poin. Maraknya sentimen positif membuat indeks leluasa bergerak di jalur hijau kala itu.

Bursa-bursa di Asia 'terbakar' akibat banyaknya sentimen negatif, mulai dari terkoreksinya Wall Street akhir pekan lalu sampai dengan tingginya tingkat inflasi China di bulan Juni yang naik tajam menjadi 6,4% dan merupakan yang tertinggi dalam tiga tahun.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun 13,96 poin (0,50%) ke level 2.783,82.  
  • Indeks Hang Seng anjlok 230,18 poin (1,01%) ke level 22.496,25.  
  • Indeks Nikkei 225 melemah 48,17 poin (0,48%) ke level 10.089,56.  
  • Indeks Straits Times terkoreksi 25,81 poin (0,82%) ke level 3.125,47.  
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah tipis di posisi Rp 8.520 dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 8.515 per dolar AS.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads