Bursa Asia Dibuka Jatuh Terkait Buruknya Data Pekerjaan AS

Bursa Asia Dibuka Jatuh Terkait Buruknya Data Pekerjaan AS

- detikFinance
Senin, 11 Jul 2011 10:48 WIB
Jakarta -


saham turunBursa saham Asia merosot pada hari Senin setelah laporan pekerjaan AS yang lemah membuat investor lebih berhati-hati .Indeks Saham Jepang Nikkei melemah setelah data pekerjaan AS memperburuk sentimen para investor yang juga dirugikan oleh profit taking atas perolehan yang dibuat pekan lalu.






Nikkei turun 0,6% menjadi 10,076.03, sementara Topix turun 0,4% menjadi 870,52.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT




Saham sektor perbankan jatuh, terkait kekhawatiran bahwa Italia bisa terhisap ke dalam krisis utang zona euro dan sebagai keprihatinan tumbuh tentang kekuatan modal mereka.




Saham Mitsubishi UFJ Financial Group, bank terbesar di Jepang turun 1,2%, sementara Sumitomo Mitsui Financial Group turun 0,8%.




Bursa saham Seoul dibuka lebih rendah, terkait data tenaga kerja AS yang lemah, dan didukung juga oleh SK Telecom, operator seluler terbesar di Korea Selatan, yang turun hampir 4% terkait rencananya untuk membeli saham pengendali senilai $ 2,3 miliyar di Hynix Semiconductor.




Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) turun 0,7% menjadi 2,165.12.




Indeks saham Hang Seng dibuka turun 0,95% atau sekitar 215.17 poin menjadi 22,511. Bursa saham Hong Kong jatuh terkait data inflasi Cina yang lebih tinggi dari yang diharapkan memicu kekhawatiran bahwa pemerintah akan mengambil langkah-langkah tambahan untuk mengekang harga, termasuk kemungkinan lain kenaikan suku bunga.



Sedangkan indeks saham utama Cina Shanghai Composite turun 0,37% atau sekitar 10,28 poin menjadi 2.787,50 -10,28 (-0,37%).





Bursa saham Australia jatuh 1,1% pada awal perdagangan, terseret jatuhnya saham sektor pertambangan serta transportasi seperti Macarthur Coal, BlueScope Steel dan Virgin Australia. Hal ini terkait rencana pajak karbon Canberra yang diresmikan pada hari Minggu.

Australia meluncurkan reformasi dengan rencana untuk pajak emisi karbon dari negara pencemar terburuk, menghidupkan kembali harapan aksi iklim global dengan skema perdagangan emisi terbesar di luar Eropa.











Indeks S & P turun 1,3% atau sekitar 60,70 poin menjadi 4.594,00.










PM Australia Julia Gillard mengatakan 500 perusahaan termasuk baja dan produsen aluminium akan membayar A $ 23 ($ 24,70) per ton karbon pajak metrik mulai tahun depan, meningkat sebesar 2,5% per tahun.










Saham Macarthur Coal dan BlueScope Steel keduanya jatuh 3,3%, maskapai penerbangan Virgin Australia dan penambang Batubara Whitehaven turun 4,3%.(RAP)






;


(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads