Hal ini disampaikan Menteri BUMN Mustafa Abubakar ketika ditemui di Gedung DPR RI seusai menghadiri rapat bersama anggota Komisi VI DPR RI, Jakarta, Senin (11/7/2011).
''Obligasi PLN sama seperti yang dilakukan Pertamina kemarin. Mereka ada usulan sebesar US$ 2 miliar,'' terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
''Nah, ini pada prinsipnya memberi persetujuan terhadap usulan tersebut. Karena, kita tahu PLN banyak sekali miliki program-program ekspansi yang diemban untuk kecukupan listrik. Itu sangat kita perlukan, oleh karenanya Kementerian BUMN mendukung usulan tersebut,'' lanjutnya,
Katanya, hal ini akan dilakukan pihak PLN dengan segera. Surat usulan tersebut sudah disampaikan kepada dirinya.
''Barangkali dalam bulan ini mudah-mudahan sudah keluar persetujuannya dari BUMN. Jadi akan dilakukan mereka pada tahun ini juga,'' ungkap Mustafa.
''Saya sendiri prinsipnya sangat mendukung kalau ada BUMN yang berencana menerbitkan obligasi. Selama menempatkannya dengan harga yang bagus. Mengingat obligasi dapat menambah kekuatan fiskal atau keuangan mereka dalam melakukan ekspansi usaha. Saya menyarankan jangan semua dana yang dipunyai BUMN dipakai menyeluruh. Lebih baik dijadikan equity, terutama dengan menerbitkan obligasi,'' pintanya.
(nrs/ang)











































