Wall Street Catat Penurunan Terburuk dalam Sebulan

Wall Street Catat Penurunan Terburuk dalam Sebulan

- detikFinance
Selasa, 12 Jul 2011 07:20 WIB
Wall Street Catat Penurunan Terburuk dalam Sebulan
New York - Bursa Wall Street kembali mencatat hari terburuknya dalam sebulan terakhir karena kekhawatiran kebuntuan pembahasan anggaran AS dan masalah utang di kawasan Eropa. Investor memilih keluar untuk mengantisipasi kerugian lebih lanjut.

Indeks S&P 500 tercatat merosot hampir 2% dipicu kekhawatiran krisis Eropa akan menyebar ke Italia. Sementara para pejabat di Eropa kini masih berjuang untuk menuntaskan masalah fiskal Yunani, pada investor kini mulai dibuat khawatir tentang masalah di Italia.

"Penurunan pada hari ini tidak semestinya menjadi permulaan dari koreksi, tapi menunjukkan kita akan berada pada masa yang 'liar' pada pekan ini," ujar Randy Frederick, direktur Schwab Center for Financial Research seperti dikutip dari Reuters, Selasa (12/7/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Senin (11/7/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup merosot 151,44 poin (1,20%) ke level 12.505,76. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 24,31 poin (1,81%) ke level 1.319,49 dan Nasdaq melemah 57,19 poin (2%) ke level 2.802,62.

Kekhawatiran dari masalah di kawasan Eropa masih ditambah oleh melemahnya data tenaga kerja pada pekan lalu.

"Apa yang terjadi pada hari ini adalah sesuatu yang seharusnya terjadi pada Jumat lalu. Data tenaga kerja yang mengecewakan pada Jumat dan juga semua masalah kekhawatiran kebuntuan pembahasan anggaran AS dan juga Eropa telah memicu aksi jual," ujar Frederick.

Saham-saham sektor finansial dan sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi mencatat penurunan terburuk. Saham Bank of America Corp merosot 3,3%, Freeport McMoRan Copper & Gold Inc merosot 3,3%. Indeks finansial S&P tercatat turun hingga 2,8%.

Namun kemerosotan indeks saham terjadi pada perdagangan yang tidak terlalu ramai. Volume perdagangan di New York Stock Exchange hanya sebesar 6,55 miliar lembar saham, jauh di bawah rata-rata transaksi tahun ini yang sebesar 8,47 miliar lembar saham.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads