Kenaikan saham ini menjadi bukti ketiganya tidak terpengaruh atas koreksi yang terjadi pada bursa regional dan global semalam akibat krisis utang di zona Eropa.
Pada perdagangan saham pukul 09.30 JATS, saham Sidomulyo Selaras (MLTA) berada di level Rp 240 per lembar, naik Rp 15 dari harga penetapan sebelumnya Rp 225 per lembar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana yang diperoleh dari penawaran tersebut sekitar Rp 53,32 miliar, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan seluruhnya untuk ekspansi usaha.
Untuk Alkindo Naratama (ALDO) pada perdagangan saham pukul 09.30 JATS, berada di level Rp 250 per lembar, naik Rp 25 dari harga penetapan sebelumnya Rp 225 per lembar.
Saham ALDO hingga pukul 09.45 berada di posisi Rp 225 per lembar, dan sempat mencapai level tertinggi Rp 255 per lembar. Perseroan melepaskan saham perdananya sebanyak 150 juta lembar dengan total saham yang dicatatkan 500 juta lembar.
Dana yang dihimpun ALDO melalui IPO senilai Rp 33,750 miliar dan akan digunakan perseroan untuk pembayaran utang kepada Bank OCBC NISP dan PT Bank Danamon Indonesia (BDMN), serta pengembangan usaha.
Saham terakhir yang listing hari ini, Indo Straits (ISIN) pada awal perdagangan pukul 09.30 JATS, berada di level Rp 1.000 per lembar, naik Rp 50 dari harga penetapan sebelumnya Rp 950 per lembar.
Saham dengan kode PTIS ini hingga pukul 09.45 berada di posisi Rp 950 per lembar, dan sempat mencapai level tertinggi Rp 1.150 per lembar. Perseroan melepaskan saham perdananya sebanyak 100 juta lembar dengan total saham yang dicatatkan 550,165 juta lembar.
Dalam IPO tersebut Indo Strait meraih dana sekitar Rp 95 miliar. Dana sebanyak 36% atau Rp 32 miliar untuk pelunasan utang kepada Bank Permata Tbk (BNLI) senilai US$ 12.850.113. Sedangkan 50% atau Rp 44,434 miliar untuk membiayai sebagian pembelian mechanical crane dan sisa kebutuhan dana untuk pembelian crane US$ 5,8 juta. Sisanya Rp 12,434 miliar untuk modal kerja perseroan.
Saham ketiganya mampu berkinerja maksimal dan mencetak poin di tengah IHSG yang pagi ini dibuka jatuh 26,150 poin (0,66%) ke level 3.969,437. Indeks terkena sentimen negatif krisis utang Eropa yang kembali menghantui para pelaku pasar.
(wep/ang)











































