Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi bursa yang menguat paling kencang di dunia hari ini. Di tengah maraknya sentimen krisis utang Amerika Serikat dan Uni Eropa, indeks berhasil mengukir rekor intraday tertingginya hari ini.
Menurut Kepala Riset Recapital Securities, Pardomuan Sihombing, sentimen positif datang dari kinerja emiten yang rata-rata mencetak pertumbuhan yang cukup signifikan. Sentimen ini mampu menghalau semua berita negatif yang beredar hari ini.
"Sentimen laporan kinerja semester satu (2011) yang positif masih lebih kuat, menjadi penggerak IHSG ke arah positif," katanya ketika dihubungi detikFinance, Rabu (27/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga siang hari ini, sekitar pukul 11.00 waktu JATS, IHSG tercatat menguat 26,826 poin (0,62%) ke level 4.158,586. Sementara Indeks LQ 45 melaju 6,437 poin (0,88%) ke level 737,766.
Sementara bursa-bursa lainnya di Asia masih terkapar di zona merah. Hanya bursa saham China yang mampu menguat tipis.
Dana asing pun kembali mengalir ke lantai bursa. Hingga siang hari ini investor asing telah mencatat transaksi beli bersih (foreign net buy) meski nilainya belum terlalu besar.
"Karena di Amerika dan Eropa sebagai negara maju pertumbuhannya masih terbatas bahkan ada yang bermasalah. Maka dana investasi tumpah (spill over) ke negara berkembang (emerging market) khususnya Indonesia," ujarnya.
Senior Technical Analyst PT Samuel Sekuritas Indonesia Muhammad Alfatih mengatakan hal senada. Menurutnya, dana asing banyak masuk ke pasar modal.
Ia mengatakan, saham-saham unggulan yang sudah terlalu mahal pun bisa kembali menguat, ditambah beberapa saham lapis dua.
"Faktornya karena laporan keuangan dan dividen. Sebagian karena ada aksi korporasi," katanya kepada detikFinance.
Salah satu sentimen negatif adalah belum selesainya pembicaraan masalah utang AS. Tadi malam, bursa saham Wall Street juga terkoreksi akibat penyelesaian utang AS yang berkepanjangan. Kebuntuan politik bisa menyebabkan pemerintah AS kehabisan uang untuk membayar tagihan-tagihan dan utangnya pada 2 Agustus.
Pemerintahan Obama harus berjuang keras untuk mendapatkan persetujuan kenaikan batas utang sebesar US$ 14,3 triliun sebelum tenggat waktu 2 Agustus tersebut. Namun investor di pasar obligasi AS memberikan pesan yang berbeda kepada para politisi AS, meski prospek peringkat utang AS bisa turun akibat belum tercapainya kesepakatan utang tersebut.
(ang/qom)











































