Laba United Tractor Tumbuh 34% Jadi Rp 2,5 Triliun

Laba United Tractor Tumbuh 34% Jadi Rp 2,5 Triliun

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Rabu, 27 Jul 2011 18:10 WIB
Laba United Tractor Tumbuh 34% Jadi Rp 2,5 Triliun
Jakarta -

PT United Tractors Tbk (UNTR) cetak laba bersih Rp 2,54 triliun di semester I-2011, tumbuh 34,4% dari perolehan laba tahun sebelumnya pada periode yang sama Rp 1,89 triliun.

Naiknya laba perseroan disumbang naiknya pendapatan bersih konsolidasian sebesar 42% dari Rp 18,08 triliun pada semester pertama tahun 2010 menjadi Rp 25,62 triliun.

"Peningkatan pendapatan bersih ini disumbangkan oleh unit usaha distribusi alat berat yang memberikan kontribusi sebesar 51% terhadap total pendapatan bersih perseroan," kata Direktur UNTR Gidion Hasan dalam siaran pers, Rabu (27/7/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PT Pamapersada Nusantara, anak perusahaan perseroan di bidang kontraktor penambangan memberikan kontribusi pendapatan 38,3%, sedangkan sisanya sebesar 10,6% disumbangkan oleh unit usaha pertambangan yang dijalankan oleh PT Prima Multi Mineral dan PT Tuah Turangga Agung.

Sejalan dengan peningkatan pendapatan bersih, laba kotor perseroan juga meningkat 33% dari Rp 3,34 triliun menjadi Rp 4,44 triliun, yang merupakan peningkatan kontribusi laba kotor dari masing-masing unit usaha.

"Kondisi perekonomian yang kondusif, harga komoditas yang relatif tetap tinggi, serta peningkatan aktivitas di sektor terkait, telah mendorong tren permintaan alat berat terus berlanjut," katanya.

Sampai dengan bulan Juni 2011, volume penjualan alat berat Komatsu tercatat sebanyak 4.333 unit atau meningkat 59% dari penjualan tahun lalu sebanyak 2.732 unit. Dari total penjualan unit tersebut, porsi penjualan terbesar masih disumbangkan oleh sektor pertambangan

Di sisi bisnis kontraktor penambangan, kondisi cuaca yang berangsur-angsur membaik, membuat Pama mampu mencatat peningkatan produksi batu bara sebesar 6%, serta kenaikan volume pemindahan tanah (overburden removal) sebesar 16%, atau dari 37,7 juta ton batu bara dan 314,7 juta bcm pemindahan tanah menjadi 39,9 juta ton dan 364,9 juta bcm.

Pada bisnis usaha tambang batu bara, Perseroan mencatat peningkatan volume penjualan batu bara dari 1,28 juta ton menjadi 2,20 juta ton.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads