Bursa Global dan Regional Bikin IHSG Ambles 28 Poin

Bursa Global dan Regional Bikin IHSG Ambles 28 Poin

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Kamis, 28 Jul 2011 09:36 WIB
Bursa Global dan Regional Bikin IHSG Ambles 28 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung ambles 28 poin tertekan melemahnya bursa regional dan global. Sentimen negatif datang dari krisis utang AS yang belum juga mendapatkan kesepakatan meski tenggat waktu sudah dekat.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah tipis di posisi Rp 8.495 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 8.490 per dolar AS.

Pada perdagangan preopening, IHSG langsung ambles 25,325 poin (0,61%) ke level 4.148,787. Sedangkan Indeks LQ 45 turun 6,562 poin (0,88%) ke level 734,430.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengawali perdagangan, Kamis (28/7/2011), IHSG dibuka ambles 28,341 poin (0,68%) ke level 4.145,771. Indeks LQ 45 dibuka melemah 7,276 poin (0,98%) ke level 733,716.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG jatuh semakin dalam, 47,568 poin (0,14%) ke level 4.126,544. Sementara Indeks LQ 45 terkoreksi 10,027 poin (1,35%) ke level 730,173.

Kemarin, IHSG bergerak anomali bahkan mencetak rekor tertingginya di level 4.174 setelah berhasil mendapatkan 41 poin. IHSG menguat meski bursa-bursa regional sedang berada dalam tekanan.

Pagi ini, bursa-bursa di Asia kembali tertekan akibat melemahnya Wall Street menyusul ketidakpastian dalam penyelesaiana krisis utang AS. Bursa saham Jepang menderita koreksi paling banyak.

Berikut situasi bursa-bursa regional di pagi hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 20,61 poin (0,76%) ke level 2.702,88.  
  • Indeks Hang Seng turun 196,72 poin (0,87%) ke level 22.344,97.  
  • Indeks Straits Times terkoreksi 19,41 poin (0,61%) ke level 3.174,13.  
  • Indeks Nikkei 225 jatuh 112,12 poin (1,12%) ke level 9.935,07.  

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah tipis di posisi Rp 8.495 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 8.490 per dolar AS.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads