Menurut laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, seperti dikutip detikFinance, Jumat (29/7/2011), Perdapatan sejatinya naik Rp 899 miliar menjadi Rp 4,21 triliun, dari periode sebelumnya Rp 3,31 triliun. Namun kenaikan beban penjualan jauh lebih tinggi dari apreasiasi penjualan bersih.
Hal ini mengakibatkan laba kotor MYOR terkoreksi tipis dari Rp 758,57 miliar di semester I-2010 menjadi Rp 748,97 miliar. Beban penjualan dan umum administrasi juga mengalami kenaikan dibandingkan periode lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laba sebelum pajak pun tercatat hampir Rp 200 miliar, atau Rpp 199,994 miliar. Laba ini turun dari tahun lalu yang Rp 299,42 miliar.
Pajak yang jauh berkurang dari Rp 79,9 miliar menjadi Rp 43,41 miliar tak banyak membantu pencapaian laba bersih perseroan yang akhirnya harus turun menjadi Rp 156,57 miliar. Laba per saham juga mengikuti tren penurunan, dari Rp 276 menjadi Rp 200.
Total kewajiban MYOR juga naik tipis dari Rp 1,04 triliun menjadi Rp 1,09 triliun. Meski demikian total aset hingga Juni meningkat dari Rp 2,68 triliun menjadi Rp 2,85 triliun.
(wep/ang)











































