Menurut laporan keuangan Kimia Farma yang dipublikasikan di Jakarta, Jumat (29/7/2011), prestasi ini tidak lepas dari peningkatan penjualan bersih sekitar 20,22% dari tahun lalu Rp 1,172 triliun menjadi Rp 1,409 triliun.
Baben penjualan yang mencapai Rp 995,56 miliar mengakibatkan laba kotor perseroan tercatat Rp 414,098 miliar. Laba kotor naik Rp 103 miliar dari periode sebelumnya Rp 311,56 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kinerja perseroan semakin mengkilap pada posisi laba sebelum pajak dengan penambahan penghasilan lain-lain Rp 6,628 miliar. Laba sebelum pajak Kimia Farma bertambah Rp 29,53 miliar dari Rp 30,3 miliar menjadi Rp 59,83 miliar.
Laba bersih per saham juga mengikuti kenaikan pos-pos lain, menjadi Rp 6,66 dari periode sebelumnya hanya Rp 3,13 per lembar. Total aset BUMN farmasi ini hingga akhir Juni mencapai Rp 1,78 triliun, naik tipis dari sebelumnya Rp 1,65 triliun.
(wep/dnl)










































