Direktur Keuangan Garuda Elisa Lumbantoruan mengatakan, jumlah Airbus yang didatangkan memang berkurang dari 15 unit menjadi 10 unit karena untuk mengejar profitabilitas Citilink.
"Armada menjadi 10 untuk mengejar profitabilitas lebih baik," ungkap Elisa di Hotel Gran Hyatt, Jakarta, Jumat (29/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Citilink kan untuk LCC jadi perlu sheet banyak. Kalau B 737 300 hanya 140 sheet, sehingga kita nggak mungkin bersaing dengan LCC lain yang berkapasitas 180 sampai 215 sheet). Untuk A320 memiliki kapasitas 180 sheet dan kita tambah ke depan untuk Citilink," paparnya.
Memang perseroan tengah menggenjot operasi Citilink, untuk penerbangan kelas menengah bawah (Low Cost Carrier/LCC). Bahkan Citilink siap dipisah atau spin off di awal 2012.
Pada awal tahun lalu, armada Citilink yang dioperasikan sebanyak 6 unit, dari total 10 unit. Sisanya, masih belum beroperasi karena tahap perawatan. Keberadaan Citilink sendiri merupakan strategi perseroan dalam memanfaatkan peluang pada pasar LCC.
"Citilink akan menjadi game-charger di kelas LCC, membuat segmentasi pasar dan menegaskan Garuda sebagai pemain di kelas premium," tutur Dirut Garuda, Emirsyah Satar. Citilink akan fokus di rute dengan radius 2 jam baik domestik dan internasional.
Pemenuhan armada untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 1/2009 tentang Penerbangan. Pasalnya, dalam ketentuan tersebut, mulai 2012 seluruh angkutan udara berjadwal harus mengoperasikan minimal sepuluh pesawat.
(wep/dnl)











































