Berdasarkan keterangan tertulis perseroan yang dikutip detikFinance, Minggu (31/7/2011) tercatat pendapatan Holcim Indonesia secara konsolidasi mencapai Rp 3,540 triliun tumbuh 24% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 2,852 triliun.
Peningkatan pendapatan ini diperoleh dari peningkatan volume penjualan di pasar domestik yang signifikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sektor penjualan agregat mengalami peningkatan permintaan hingga 34% atau 1 juta ton dibandingkan 2010 sebesar 0.8 juta ton dan penjualan beton juga meningkat hingga 44% menjadi 928.000 meter kubik, sementara tahun 2010 sebanyak 649.000 meter kubik.
Biaya produksi meningkat 3% per ton disebabkan oleh kenaikan biaya batubara dan listrik, dan walaupun biaya distribusi per ton mengalami kenaikan karena meningkatnya volume penjualan semen domestik dan kenaikan bahan bakar sesuai dengan kondisi bisnis semen saat ini.
Keuntungan operasional meningkat hingga 23% menjadi Rp 725 miliar. Peningkatan EBITDA operasional sebesar 29% menjadi Rp 1,025 triliun.
Beban biaya lain-lain sebesar Rp 64 miliar atau 25% lebih rendah yang dipengaruhi oleh menurunnya biaya suku bunga bersih, dan gabungan dari menurunnya nilai hutang keseluruhan dan peningkatan saldo secara signifikan yang mengikuti kuatnya kinerja penjualan dan pertumbuhan EBITDA operasional.
(spr/hen)
