Laba Holcim Tumbuh 23,5% Jadi Rp 457 Miliar

Laba Holcim Tumbuh 23,5% Jadi Rp 457 Miliar

- detikFinance
Minggu, 31 Jul 2011 09:59 WIB
Jakarta - PT Holcim Indonesia Tbk (HIL) membukukan laba bersih Rp 457 miliar pada semester I-2011. Laba Holcim naik 23,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 370 miliar.

Berdasarkan keterangan tertulis perseroan yang dikutip detikFinance, Minggu (31/7/2011) tercatat pendapatan Holcim Indonesia secara konsolidasi mencapai Rp 3,540 triliun tumbuh 24% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 2,852 triliun.

Peningkatan pendapatan ini diperoleh dari peningkatan volume penjualan di pasar domestik yang signifikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Volume penjualan clinker dan semen meningkat hingga 4,2 juta ton. Tecermin dari peningkatan di pasar domestik semen sebesar 29% atau 3,5 juta ton, sisanya diekspor ke Malaysia, Singapura dan Australia.

Sektor penjualan agregat mengalami peningkatan permintaan hingga 34% atau 1 juta ton dibandingkan 2010 sebesar 0.8 juta ton dan penjualan beton juga meningkat hingga 44% menjadi 928.000 meter kubik, sementara tahun 2010 sebanyak 649.000 meter kubik.

Biaya produksi meningkat 3% per ton disebabkan oleh kenaikan biaya batubara dan listrik, dan walaupun biaya distribusi per ton mengalami kenaikan karena meningkatnya volume penjualan semen domestik dan kenaikan bahan bakar sesuai dengan kondisi bisnis semen saat ini.

Keuntungan operasional meningkat hingga 23% menjadi Rp 725 miliar. Peningkatan EBITDA operasional sebesar 29% menjadi Rp 1,025 triliun.

Beban biaya lain-lain sebesar Rp 64 miliar atau 25% lebih rendah yang dipengaruhi oleh menurunnya biaya suku bunga bersih, dan gabungan dari menurunnya nilai hutang keseluruhan dan peningkatan saldo secara signifikan yang mengikuti kuatnya kinerja penjualan dan pertumbuhan EBITDA operasional.

(spr/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads