"Penerbitan saham sudah disetujui dalam RUPSLB," jelas Sekretaris Perusahaan BKSL Pesta Uli di Jakarta, Rabu (3/8/2011).
Menurut keterangan tertulis perseroan, sebanyak 2,854 miliar lembar saham baru dikeluarkan dan diambil dari seri C. Saham baru ini tidak lebih dari 10% dari saham yang ditempatkan dan disetor BKSL.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total dana yang diperoleh sekitar Rp 333,918 miliar akan digunakan sebagai berikut ;
- Rp 276,81 miliar sebagai dana penyertaan pada PT Aftanesia Raya;
- Rp 2 miliar digunakan untuk membeli saham PT Aftanesia Raya yang dimiliki oleh pemegang individu, Irwansyah dan Ridwan Imam;
- sisanya, Rp 55,108 miliar sebagai modal kerja dan pengembangan usaha BKSL.
Dengan aksi ini maka perseroan memiliki penuh atas saham Aftanesia Raya. Pengambilalihan kepemilikan di Aftanesia Raya merupakan bagian dari rencana jangka panjang BKSL di kawasan Bogor.
Aftanesia memiliki aset berupa bidang-bidang tanah berlokasi di Desa Hambalang Kecamatan Citeureup dengan luas mencapai 953 ribu m2. Lokasi tersebut dianggap strategis karena dengan selesainya pembangunan jalan poros tengah timur aksesnya akan terbuka dan dapat diakses dengan mudah dari berbagai lokasi seperti Sirkuit Sentul, Cikarang Timur maupun Cianjur.
"Adalah peluang pengembangan kawasan Bogor berkenaan dengan rencana pembangunan jalan poros tengah, sepanjang 47 km yang akan dimulai pada tahun 2011," ungkapnya.
"Jalan dengan lebar badan 30 meter tersebut akan menghubungkan sircuit Sentul, Citeureup, ke kecamatan Sukamakmur sampai dengan kecamatan Tanjungsari. Jalan tersebut juga akan terkoneksi dengan Cikarang Timur, Bekasi. Sementara dari Sukamakmur akan dikoneksikan dengan Kota Bunga Cipanas (Cianjur)," imbuhnya.
(wep/ang)











































