Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam, pemerintah optimis ekonomi Indonesia belum terganggu. Anjloknya IHSG pada perdagangan hari ini hanya sebagai sentimen global semata akibat adanya kekhawatiran pasar terhadap perekonomian Amerika Serikat dan Eropa.
"Ya itu kan sentimen global, semuanya juga turun. seluruh dunia. Itu akibat kekhawatiran serius terhadap ekonomi Amerika Serikat dan Eropa, terutama AS dan Eropa ya sama masalah utang," jelas Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro saat dihubungi di Jakarta, Jumat (5/8/2011).
Menurut Bambang, kekhawatiran tersebut akan terus terjadi sepanjang pihak pemerintahan di Amerika dan Eropa belum mampu menyelesaikan masalah perekonomian di negaranya. "Ya enggak tahu tergantung kemampuan mereka menyelesaikan masalah," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kewaspadaan pemerintah ya kita monitor terus pergerakan terhadapa SUN-nya, terhadap harga saham, kemudian ya pokoknya melihagt pergerakan di pasar modalnya," ujarnya.
Terkait dampak langsung terhadap perekonomian Indonesia, Bambang yakin annjloknya IHSG belum menggoyahkan perekonomian tanah air. Namun, dengan terganggunya perekonomian Amerika Serikat, maka ekspor Indonesia ke negeri Paman Sam dan beberapa negara yang bermasalah berpotensi terganggu.
"Ya belum ada lah. itu tergantung kalau ekonomi AS nya terganggu, mungkin ekspor kita agak terganggu, itu saja," tandasnya.
Seperti diketahui sebelumnya, IHSG terjun bebas 212 poin akibat aksi jual masif. Banyak investor investor mengamankan portofolionya dalam menyikapi situasi global yang kini penuh risiko.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka langsung merosot tajam 134,502 poin (3,27%) ke level 3.987,584. Investor panik dan mengamankan portofolionya karena khawatir AS akan kembali masuk ke resesi.
Koreksi IHSG semakin lama semakin tajam, tidak tanggung-tanggung indeks sempat mendarat di level 3.904,569. Tekanan jual melanda seluruh saham yang ada di pasar modal.
Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (5/8/2011), IHSG terjun bebas 212,081 poin (5,15%) ke level 3.910,005. Sementara nilai Indeks LQ 45 ambruk 40,003 poin (5,48%) ke level 690,101.
Indeks sektoral di pasar modal rata-rata terkoreksi lebih dari 5% akibat aksi jual masif di seluruh saham tadi. Transaksi hari ini langsung melonjak cukup tinggi akibat aksi ambil untung. (nia/ang)











































