"Ini kan fenomena global, saya kira tidak perlu panik," ujar Hatta Rajasa di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (5/8/2011).
"Cuma kita perlu mencermati perkembangan ini. Perkembangan ini suatu fenomena global, bukan hanya terjadi di Indonesia tapi pasar Asia, Eropa semua mengalami penurunan," imbuh Hatta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ekonomi kita baik, momentumnya bagus dan bisa dilihat apa yang disampaikan BPS yang harus dicermati karena ini benar-benar pertumbuhan yang berkualitas. Karena apa? karena sektor industri manufaktur tumbuh 6,1%, ini menunjukkan bahwa yang mengatakan deindustrialisasi tidak terbukti," tegasnya.
Pertumbuhan sektor tersebut juga berhasil menyerap lapangan kerja yang cukup banyak. Hatta pun membanggakan perolehan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,5% pada triwulan II, karena terjadi di saat kondisi perekonomian dunia melemah.
Sekali lagi, Hatta meminta investor tidak panik karena Indonesia sudah memikili protokol manajemen krisis. "Kita memiliki respons-respons yang bisa digerakkan apabila terjadi sudden reversal," tambah Hatta.
Seperti diketahui, pasar finansial global hari ini mengalami kejatuhan parah mengikuti jatuhnya bursa Wall Street karena kekhawatiran terjadinya pengulangan resesi akibat memburuknya perekonomian AS dan krisis utang di Eropa.
IHSG tercatat sebagai salah satu indeks saham yang mengalami penurunan paling parah di Asia Pasifik. IHSG bahkan sempat merosot hingga 6% dan terpuruk di bawah level psikologis 4.000.
Koreksi yang terjadi ini tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di bursa-bursa Asia. Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore ini:
- Indeks Komposit Shanghai jatuh 52,48 poin (1,96%) ke level 2.631,56.Â
- Indeks Hang Seng ambruk 1.089,03 poin (4,98%) ke level 20.795,71.Â
- Indeks Nikkei 225 terjun 359,30 poin (3,72%) ke level 9.299,88.Â
- Indeks Straits Times anjlok 123,69 poin (3,98%) ke level 2.983,32.











































