Menurut laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan pada situs Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (5/8/2011), akumulasi rugi terjadi akibat kenaikan beban penjualan INKP dari US$ 993,04 juta di semester I-2010, menjadi US$ 1,134 miliar.
Penjualan perseroan sejatinya naik 8,07% menjadi US$ 1,338 miliar di Juni 2011, dari posisi sebelumnya US$ 1,23 miliar. Laba kotor perseroan langsung turun menjadi US$ 203,7 juta dari periode sebelumnya, US$ 245,3 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beban bunga dan rugi selisih kurs perseroan juga mencatat kenaikan. Beban bunga naik signifikan dari US$ 28,78 juta menjadi US$ 44,46 juta. Rugi selisih kurs juga naik dari US$ 4,45 juta menjadi US$ 32,89 juta.
Laba bersih per saham dari yang tahun lalu US$ 0,016, menjadi rugi bersih US$ 0,002 per lembar.
Total aset perseroan tercatat naik dari US$ 5,92 miliar di semester I-2010 menjadi US$ 6,104 miliar. Dimana total kewajiban hingga Juni ini mencapai US$ 4,112 miliar dari posisi sebelumnya US$ 3,918 miliar.
(wep/ang)











































