BI: Koreksi Pasar Saham Baru Sebatas Spekulasi

BI: Koreksi Pasar Saham Baru Sebatas Spekulasi

- detikFinance
Jumat, 05 Agu 2011 17:32 WIB
BI: Koreksi Pasar Saham Baru Sebatas Spekulasi
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai kejatuhan pasar saham dalam negeri hari ini masih bersifat spekulasi yang dipicu oleh adanya isu soal ekonomi AS yang terancam mengalami resesi.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur BI Darmin Nasution saat ditemui di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (5/8/2011).

"Memang dua hari terakhir ini ada spekulasi dan isu terbaru ekonomi Amerika akan alami resiko resesi. Ini semua masih spekulasi. Kita lihat, kalau dia sekedar spekulasi dua tiga hari balik lagi. Situasi sekarang terjadi bukan berasal dari dalam negeri, ini betul-betul dari luar negeri," tutur Darmin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan, indikator ekonomi Indonesia saat ini sebenarnya cukup kuat dan BI optimistis Indonesia bisa melalui risiko-risiko krisis yang terjadi di Eropa dan AS.

"Tolong dicatat bahwa yang terpengaruh hari ini harga saham. SUN (Surat Utang Negara) itu belum terpengaruh. Saya tidak bisa menceritakan terlalu terbuka semuanya. Kalau anda ikuti dua jam lalu kurs Rp 8.569/US$, 5 menit lalu Rp 8.540/US$. Mudah-mudahan kita bisa giring lagi. Kita tidak ingin rupiah terlalu lemah atau kuat," jelas Darmin.

Soal rupiah, Darmin mengatakan tidak mematok nilai tukar rupiah pergerakan nilai tukar tergantung situasi yang terjadi di negara lain.

"Memang tidak ada angka yang bisa disebut pas itu. Karena tergantung juga bagaimana, apa yang terjadi di Korea, apa yang terjadi Malaysia, apa yang terjadi di Filipina. Kalau dia menguat kita juga menguat, dan penguatannya lebih kurang sama," tukasnya.

Mengakhiri perdagangan akhir pekan ini, IHSG ditutup ambles 200,443 poin (4,87%) ke level 3.921,643. Sementara Indeks LQ 45 ditutup jatuh 36,811 poin (5,05%) ke level 693,293.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di Rp 8.555 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 8.505 per dolar AS.

Dana asing yang dilarikan keluar dari bursa saham nilainya cukup tinggi. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 1,232 triliun di pasar reguler dan negosiasi.


(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads