"Akuisisi 10 perusahaan yg dilirik. Kita mau agresif. Bisa di Indonesia atau asing. Target akuisisi kalau bisa besok, saya siap," kata Direktur Kalbe Farma (KLBF) Vidjongtius kepada wartawan di Jakarta, Selasa (9/8/2011) malam.
Selain target akuisisi, perseroan juga melakukan peningkatan produksi dengan rencana pembangunan pabrik obat bebas di Cikarang. Pembangunan akan menghabiskan dana Rp 150 miliar, yang bersumber dari kas internal KLBF dengan total Rp 2 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demi merambah pasar Asia Tenggara, perseroan pun menjajaki pembangunan pabrik di luar negeri. Setelah pabrik Filipina, Vidjongtius melirik negara Vietnam dan Thailand. Investasi satu pabrik mencapai US$ 5 juta.
"Fokus ASEAN dulu. Kemudian Asia. Kita fokus yang sudah ada, mungkin mengarah ke Vietnam dan Thailand, juga Kamboja. Untuk Laos bisa penjualan darii Kamboja," tegasnya.
Dengan ekspansi distribusi dan pengembangan produk baru, ia yakin pendapatan perseroan akan tumbuh menjadi Rp 11 triliun di 2011. "Tahun ini kita banyak pertumbuhan dari volume. Mungkin pun ada kenaikan harga sekitar 1-2%," imbuh Vidjongtius.
(wep/ang)











































