Demikian disampaikan rilis yang KSEI terkait acara perayaan '34 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia' di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta, Rabu (10/8/2011).
Efek saham masih mendominasi portofolio yang tercatat di C-BEST, dengan nilai Rp 2.223,12 triliun. Efek saham ini naik dibandingkan periode sebelumnya Rp 1.438,46 triliun.
Berikut aset-aset yang tercatat di C-BEST hingga 29 Juli 2011:
- Saham Rp 2.223,12 triliun
- Obligasi korporasi Rp 129,18 triliun
- Obligasi pemerintah Rp 12,8 triliun
- Waran Rp 4,97 triliun
- HMETD Rp 196,607 miliar
- Medium Term Notes Rp 15,137 triliun
- Promissory Notes Rp 24,1 miliar
- Sukuk Rp 5,87 triliun
- SBSN Rp 8,75 triliun
- Efek Beragun Aset Rp 888,88 miliar
- Reksa dana Rp 427,97 miliar
Hanya jenis efek Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang hilang dalam pengelolaan aset di C-BEST di 2011, setelah pada tahun lalu mencatat nilai Rp 6,4 miliar.
"Total aset saham di C-BEST meningkat 42,55%. Namun secara prosentase mengalami penurunan dari 67% menjadi 62%. Sementara kepemilikan saham oleh investor lokal naik menjadi Rp 845,76 triliun. Total aset obligasi korporasi dan sukuk oleh investor asing naik menjadi Rp 6,73 triliun dari posisi sebelumnya Rp 2,41 triliun," jelas rilis tersebut.
KSEI pun mencatat total sub rekening efek per 29 Juli 2011 mencatat kenaikan dari 298.322 pada Juli 2010 menjadi 346.864 di Juli 2011.
(wep/ang)










































