Demikian disampaikan dalam rilis yang BEI publikasikan dalam acara perayaan '34 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia' di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta, Rabu (10/8/2011).
Namun indikator penurunan ini tidak dialami nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia hingga Juli 2011. Karena nilai kapitalisasi pasar saham Indonesia naik signifikan 46,56% dari Rp 2.539 triliun di Juli tahun lalu menjadi Rp 3.722 triliun di Juli 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mengalami peningkatan 34,59%. Indeks pada penutupan per 29 Juli mencapai level 4.130,8. Bandingkan pada periode sebelumnya di level 3.069,28.
BEI pun mencatat aktivitas transaksi di pasar obligasi konvensional, syariah dan sukuk korporasi serta Efek Beragun Aset (EBA) mencapai Rp 72,84 triliun atau naik 29,03% dari tahun lalu Rp 56,45 triliun.
"Frekuensi transaksi dalam tahun 2011 mencapai 10.286 kali, naik 14,3% dari periode yang sama di 2010 8.999 kali. Rata-rata transaksi harian naik dari Rp 389,33 miliar per hari menjadi Rp 505,83 miliar per hari," tulisnya.
Sementara itu, aktivitas Surat Berharga Negara (SBN) termasuk Obligasi Ritel Indonesia (ORI) mencapai Rp 1.050,6 triliun. Naik 22,71% dari periode yang sama tahun lalu Rp 856,18 triliun. Rata-rata transaksi harian SBN dan ORI naik dari Rp 5,9 triliun per hari selama Januari-Juli 2010 menjadi Rp 7,3 triliun di periode yang sama.
(wep/dnl)










































