Kekhawatiran Investor Mulai Reda, IHSG Siap Reli

Kekhawatiran Investor Mulai Reda, IHSG Siap Reli

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Kamis, 11 Agu 2011 17:47 WIB
Kekhawatiran Investor Mulai Reda, IHSG Siap Reli
Jakarta - Tidak perlu khawatir berlebihan atas penurunan sesaat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi mulai Jumat (5/8/2011) lalu. Terbukti pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG mencatat kenaikan tipis 5,78 poin (0,14%) menjadi 3.869,36.

Para analis pun mulai memasang target IHSG menjadi 4.100-4.500 segera terealisir. Mulai perdagangan pekan depan, seiring dengan redanya kekhawatiran investor global, Indeks akan naik signifikan.

"Downgrade yang terjadi kemarin, memang direspon nagatif. Dow Jones juga kemarin drop akibat kekhawatiran utang Perancis. Namun IHSG terbukti sudah kembali," jelas Kepala Riset PT Recapital Securities, Pardomuan Sihombing dalam edukasi pasar modal di gedung BEI, Jakarta, Kamis (11/8/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama penurunan indeks sejak Jumat yang mencapai 4%, ternyata dilakukan secara masif. Investor asing terlihat hanya keluar dari pasar modal, namun masih tetap di Indonesia.

"Ini dapat dilihat secara mudah. Saat nilai tukar kemarin tidak naik sebesar penurunan IHSG. Berarti kan likuiditas enggak kemana-mana. Kenaikan kurs juga oleh bank karena profil risiko yang meningkat," tuturnya.

Dengan prestasi kinerja emiten yang meningkat rata-rata 33,1% di semester I-2011, maka sejatinya IHSG bisa mencatat kenaikan pada level yang sama. Namun Recapital hanya menargetkan Indeks pada akhir tahun ditutup pada level 4.500, bertumbuh 21,51% dibandingkan penutupan perdagangan tahun 2010.

Hal yang sama disampaikan Kepala Riset PT MNC Securities, Edwin Sebayang. Dengan segala indikator ekonomi Indonesia yang terjaga, IHSG dipercaya akan berada pada posisi 4.100 di Desember 2011.

Ia mencontohkan, pertumbuhan ekonomi makro Indonesia mencapai 6,8% (YoY), dengan catatan cadangan devisa mencapai US$ 130 miliar, naik dari posisi Juli US$ 122,7 miliar.

"Prediksi saya hingga akhir tahun market cap mencapai US$ 478 miliar, dengan Indeks berada di 4.100. Akhir bulan masih ada pergerakan dalam market, tapi tidak menghilangkan prestasi yang telah kita capai," ucap Edwin di tempat yang sama.

Impian IHSG yang akan menembus level 5.000 pun akan tercapai di 2012. Dengan peringkat Investment Grade yang Indonesia dapat tahun depan, maka likuiditas akan membanjiri.

"Setelah Investment Grade, likuiditas masuk. Artinya spin over bertambah. Dimana akan ada Dana Pensiun global yang masuk. Dapen adalah yang terbesar, dengan angka mencapai US$ 27 triliun. Kalau 0,1% saja masuk Indonesia, seperti apa kenaikan IHSG?" imbuhnya.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads