Demikian disampaikan Direktur Utama Antam Alwinsyah Loebis, kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (11/8/2011) malam. "Realisasi Rp 1,5 triliun dari target Rp 3,9 triliun. Memang belum 50% dari rencana. Tapi kebutuhan capex akan kelihatan di akhir tahun," kata Alwin.
Namun jika dibandingkan semester I-2010, realisasi capex perseroan sangat jauh meningkat. Pada periode tersebut total anggaran yang terserap hanya Rp 308,86 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyek bernilai US$ 450 juta terseut dimiliki secara dominan oleh ANTM (80%). Sisanya perseroan berpartner dengan investor Showa Denko KK (20%), dengan mendapat dukungan dana dari JBIC, Mizuho adn Sumitomo Trust Banking.
CGA Tayan berdasarkan milestone perseroan telah memulai konstruksi di April 2011, dengan target operasi komersial di Januari 2014.
Realisasi penggunaan belanja modal juga sebagai investasi rutin Rp 111,46 miliar, dan proyek-proyek perseroan lain macam investasi pabrik Feronikel Halmahera Rp 35,465 miliar, pabrik SGA Mempawah Rp 5,22 miliar, pabrik Nickel Pig Irone (NPI) Mandiodo Rp 3 miliar dan modernisasi dan optimasi pabrik feronikel Pomalaa Rp 24,054 miliar.
(wep/ang)











































