Semen Gresik Bagikan Dividen Interim Rp 174,68 per Saham

Semen Gresik Bagikan Dividen Interim Rp 174,68 per Saham

- detikFinance
Rabu, 30 Jun 2004 12:27 WIB
Jakarta - PT Semen Gresik Tbk (SMGR) membagikan dividen interim (sementara) sebesar Rp 174,68 per saham atau total Rp 103,6 miliar. Dividen tersebut merupakan 30 persen dari laba bersih Semen Gresik dan Semen Tonasa yang totalnya sebesar Rp 345,3 miliar.Untuk laba bersih Semen Padang yang meskipun sudah ada angkanya belum bisa dimasukan untuk pembagian dividen karena hingga kini Semen Padang masih terus melanjutkan auditnya yang diperkirakan baru selesai September 2004.Demikian diungkapkan Dirut PT Semen Gresik Tbk Satriyo usai RUPS yang berlangsung di Hotel Crowne, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (30/6/2004).Menurut Satriyo dalam RUPS juga menyetujui penundaan pengesahan laporan keuangan 2003 serta menunjuk kembali kantor akuntan publik Haryanto, Sahari & rekan anggota PWC. Sedangkan untuk agenda keempat mengenai pergantian direksi diputuskan untuk ditunda. "Hal ini karena laporan keuangan belum final, perlu audit lagi," kata Satriyo. Ditempat yang sama Deputi Menneg BUM Bidang Pertambngan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi Roes Aryawidjaya menjelaskan penundaan pergantian direksi karena pemegang saham dalam hal ini pemerintah menginginkan manajemen menyelesaikan terlebih dahulu laporan keuangan final Semen Gresik Grup dalam hal ini penyelesaian laporan keuangan Semen Padang. Usulan pergantian direksin ini, kata Roes, karena pemerintah menilai kinerja manajemen belum bisa maksimal. "Memang ada peningkatan kinerja per tahun 2004, namun menurut kami peningkatan itu masih belum sesuai target kami," kata Roes.Menurut Roes, pihaknya kemungkinan akan mengagendakan pergantian direksi Semen Gresik setelah laporan keuangan Semen Gresik Grup selesai. RUPSLB Semen Gresik mendatang direncanakan akan dilakukan pada November 2004.Menyangkut masih disuspensinya saham Semen Gresik, Satriyo mengatakan pihaknya sudah memberikan penjelasan tertulis tentang opini disclaimer yang diberikan auditor. "Kalau penjelasan tertulis ini dianggap belum cukup oleh BEJ, kami siap melakukan public expose lagi," terangnya.Satriyo juga menegaskan bahwa opini disclaimer terhadap Semen Padang bukan karena adanya aset yang hilang sekitar Rp 570 miliar seperti yang diberitakan selama ini. Namun opini disclaimer ini karena auditor belum melengkapi dokumen yang diperlukan karena waktunya yang sangat sempit."Kalau kehilangan aset Semen Padang Rp 570 miliar itu tidak masuk akal. Karena itu berarti 25 persen dari total aset Semen Padang yang sebesar Rp 2 triliun," tegasnya. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads