Sinar Mas Group akan Layangkan Info Memo ke US SEC
Rabu, 30 Jun 2004 14:26 WIB
Jakarta - Manajemen Sinar Mas Group berencana melayangkan info memo ke Securities Exchange Commission (SEC/Bapepam AS) pada Kamis besok 1 Juli 2004. Hal ini berkaitan dengan proses restukturisasi utang Asia Pulp & Paper (APP) yang akanmelaksanakan exchange over bond. Exchange bond tersebut merupakan proses penukaran obligasi lama dengan obligasi baru. Dimana pemegang obligasi lama dapat menukarkan dengan obligasi baru yang mempunyai klausul atau perjanjian baru. "Diperkirakan pada pertengahan Agustus proses exchange bond ini selesai, dan setelah itu master restructuring agreement (MRA) akan berlaku efektif," kata Direktur PT Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) dan PT Indah Kiat Pulp Paper (INKP), Yan Partawijaya, usai RUPS TKIM dan INKP yang berlangsung di Hotel Dusit Mangga Dua Jakarta, Rabu (30/6/2004). Menurut Yan, bersamaan dengan info memo tersebut, manajemen juga akan melakukan pelacakan pemegang obligasi APP di luar negeri. "Untuk itu kami akan meminta bantuan SEC untuk melacaknya, karena sangat sulit kalau dilakukan sendiri," katanya. APP merupakan perusahaan yang bernaung di bawah payung Sinar Mas Grup selain TKIM dan INKP yang bergerak di bidang industri kertas dan bubur kertas (pulp). Total utang yang sedang direstrukturisasi sebesar US$ 13 miliar, diantaranya sebesar US$ 6 miliar utang dalam negeri dan US$ 7 miliar utang yang berada di luar negeri. Penjualan INKP sampai akhir 2003 sebesar US$ 1,345 miliar atau naik 12,4 persen dibandingkan 2002. Peningkatan ini disebabkan adanya kenaikan volume penjualan dan harga jual produknya. Meski demikian perseroan masih mengalami rugi bersih sebesar US$ 286,6 juta. Sedangkan penjualan TKIM tahun 2003 naik 12 persen dibandingkan tahun 2002 menjadi US$ 870 juta. Kenaikan itu disebabkan adanya peningkatan harga jual dan volume penjualan kertas, stationery dan kertas kemasan. Meski demikian TKIM masih membukukan rugi bersih US$ 30 juta. Masih dibukukannya rugi bersih TKIM dan INKP membuat kedua perusahaan kertas tersebut tidak membagikan dividen, karena masih dalam proses restrukturisasi dengan kreditur.
(san/)











































