Menurut prospektus yang dipublikasikan perseroan di Jakarta, Selasa (16/8/2011), saham baru yang ditawarkan sebanyak 6.036.022.177 lembar atas nama seri B dengan harga pelaksanaan Rp 250 per per lembar. Nilai nominal Rp 75 per lembar.
Setiap 500 pemegang saham lama berhak atas satu HMETD yang kemudian memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanuak satu lembar saham. "Jumlah yang akan diterima perseroan dalam PUT II sebanyak-banyaknya Rp 1.509.005.544.250," terang manajemen KIJA dalam prospektus tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengambilalihan saham BWJ dan TLLI merupakan transaksi material karena nilainya di atas 10% dari pendapatan perseroan dan 50% di atas ekuitas," paparnya.
Perseroan akan memiliki 100% saham BWJ dan pengambilahan 21,63% saham TLLI dengan nilai transaksi Rp 1,5 triliun. Perseroan percaya dengan akusisi dua perusahaan tersebut akan meningkatkan pendapatan KIJA dan memperluas lini binis di bidang industri pariwisata.
Perseroan pun telah mempercayakan pembeli siaga transaksi itu adalah Meadowood Capital Ltd dan Green Emerald Investment Ltd. Perseroan berencana melakukan RUPS luar biasa terkait persetujuan rights issue pada 21 September 2011, dengan perkiraan perdagangan saham dengan HMETD di 27 September (Pasar reguler dan negosiasi) dan 30 September (Pasar tunai).
Recording date untuk memperoleh HMETD pada 30 September, dan distribusi saham dan pencatatan efek di Bursa Efek Indonesia masing-masing di 3 dan 4 Oktober 2011.
Pada 3 Agustus lalu, perseroan telah menandatangani perjanjian penyerapan promissory notes (PN) dengan menggunakan dana rights issue KIJA. Saat pemegang saham lama tidak menyerap saham baru tersebut, maka Meadowood Capital dan Green Emerald Investment hanya akan bertukar kepemilikan pada BWJ dan TLLI.
"Pada saat in perseroan merencanakan untuk melakukan fund raising melalui surat utang dengan jumlah US$ 150 juta yang akan dilaksanakan segera setelah PUT II ini selesai," tegas manajemen KIJA.
(wep/ang)











































