Hasil dari pertemuan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel ternyata tidak bisa meredam kekhawatiran investor tentang kemampuan pemimpin Eropa untuk mengatasi penyebaran krisis utang. Kedua pimpinan menyampaikan rincian rencana untuk integrasi zona Eropa namun tidak termasuk peningkatan dana penyelamatan kawasan tersebut ataupun penjualan surat utang Eropa.
"Pasar ingin melihat paling tidak pergerakan kedepan, sesuatu yang nyata dtang dari pertemuan dan bisa mendukung terhadap apa yang telah menyebabkan pasar melemah," ujar Marc Pado, analis dari Cantor Fitzgerald seperti dikutip dari Reuters, Rabu (17/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham sektor finansial yang rentan terhadap krisis finansial Eropa kembali melemah dan menjadi sektor paling buruk kinerjanya di S&P 500. Indeks Finansial S&P tercatat turun hingga 1,9%.
Merkel dan Sarkozy menyatakan mereka akan mengenakan pajak pada transaksi finansial yang menggerus saham-saham operator bursa efek. Saham NYSE Euronext tercatat merosot hingga 8,4% menjadi US$ 26,54, sekaligus menjadi yang terburuk di S&P 500.
Sementara saham-saham peritel Wal-Mart Stores Inc dan Home Depot Inc keduanya justru naik setelah mengeluarkan laporan keuangan yang melebihi ekspektasi analis. Saham Wal-Mart naik 3,9%, Home Depot naik 5,2%.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 8,2 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian tahun ini yang sebesar 8,47 miliar lembar saham.
(qom/qom)











































