Bumi Plc, perusahaan asal Inggris yang sebelumnya bernama Vallar Plc, menderita rugi bersih sebesar US$ 393 juta di semester I-2011. Rugi tersebut didapat akibat adanya kerugian nilai wajar atas akuisisi PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Seperti dikutip dari keterbukaan informasi di bursa London, Kamis (18/8/2011), perusahaan kongsi Grup Bakrie itu justru mencetak laba operasional US$ 62 juta di paruh pertama tahun ini.
Menurut CEO Bumi Plc Ari Saptari Hudaya, laba operasional itu diraih karena peningkatan harga batubara thermal yang sempat mencetak rekor tertinggi di semester pertama tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pendapatan Bumi Plc pada periode yang sama tahun ini sebanyak US$ 478 juta. Rugi bersih itu diimbangi dengan gearing ratio sebesar 16,5% per akhir Juni.
Ia mengatakan, Bumi PLc sudah menambah porsi kepemilikan di BUMI dari posisi awal 25% menjadi 29%. Perusahaan asal Inggris itu juga berharap akuisisi saham BRMS (Bumi Resources Minerals) bisa rampung di akhir tahun ini.
Seperti diketahui, rencana pembelian saham BRMS itu akan dilakukan dengan cara pembelian obligasi tukar yang akan diterbitkan BUMI senilai US$ 2,07 miliar dengan kupon 2%. (ang/hen)










































