Kekhawatiran seputar kesehatan perbankan Eropa sebelumnya telah menggerus saham-saham di bursa Eropa. Hal itu dipicu oleh rencana Jerman dan Prancis yang akan mengenakan pajak transaksi finansial.
Investor khawatir terhadap kemampuan bank-bank di Eropa untuk menghadapi krisis kali ini. Apalagi Wall Street Journal melaporkan Bank Sentral AS khawatir tentang masalah likuiditas bank-bank besar di Eropa, sehingga langsung memicu aksi jual di bursa Eropa. Saham Societe Generale langsung merosot hingga 12%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah kita menuju resesi? Sebagian besar pelaku pasar sedang melihat pertumbuhan yang lambat dan stabil, tapi statistik dan situasi finansial disini dan ekonomi luar negeri telah mengganggu pandangan itu," ujar Richard Weiss, analis dari American Century Investment seperti dikutip dari Reuters, Jumat (19/8/2011).
Pada perdagangan Kamis (18/8/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup merosot hingga 419,63 poin (3,68%) ke level 10.990,58. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 53,24 poin (4,46%) ke level 1.140,65 dan Nasdaq merosot 131,05 poin (5,22%) ke level 2.380,43.
Dengan demikian, bursa Wall Street kembali mengalami pekan yang sangat fluktuatif, dengan indeks volatilitas CBOE Volatility Index atau VIX naik hingga 38% menjadi 43,56. Perdagangan juga berjalan sangat ramai dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 11,4 miliar lembar saham.
Beberapa saham yang memicu kemerosotan besar di Dow Jones adalah penurunan saham IBM yang merosot hinga 4,5% menjadi US$ 163,83, United Technologies merosot 5,5% menjadi US$ 68,12. Di Nasdaq, saham Oracle merosot hingga 8,3% menjadi US$ 2519. Saham Hewlett-Packard Co juga merosot hingga 6,1% setelah merilis laporan keuangannya.
Saham-saham sektor perbankan juga berjatuhan, saham Bank of America merosot hingga 6%, Citigroup merosot 6,3%.
(qom/qom)











































