"Kita nggak ada rencana, Kita tidak mau fokus kita terpecah dua," Demikian disampaikan Director Corporate Communication Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA),Danny Kojongian ketika jumpa wartawan di Pejaten Village, Jakarta, Kamis (18/8/2011) malam.
Pemasukan terbesar MPPA berasal dari Hypermart yang sebesar 90%, sisanya didapat dari disumbangkan oleh bisnis yang lebih kecil, seperti Foodmart, Boston kemudian anak perusahaan paling kita tahu adalah Timezone, Times Book Store, dan Resto service.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita belanja, udah ngantre lama. terus mau pulang eh ada satu barang yang lupa, apa kita mau balik lagi ke Hypermart terus ngantre lagi? gak kan. Pasti kita ke minimarket. Jadi kita sama mini market saling mendukung," ujarnya.
Keengganan PT MPPA untuk untuk ikut serta membangun minimarket juga ditandai dengan semakin agresifnya Hypermart untuk melakukan ekspansi pembukaan gerai baru yang ditargetkan mencapai 20 gerai baru pada tahun 2011 ini. Sampai dengan bulan Agustus 2011 ini, Hypermart baru membuka 4 gerai baru. Berarti masih ada 16 gerai baru lagu yang akan diresmikan atau sekitar 3 gerai baru setiap bulannya.
Akan tetapi, Danny mengingatkan, jor-joran yang dilakukan Hypermart untuk membuka sampai dengan 20 gerai baru di tahun 2011 ini tidak akan berlangsung setiap tahun. Ini hanya akan terjadi di tahun 2011 dan untuk tahun-tahun berikutnya, Hypermart hanya akan membuka gerai baru sekitar 12-15 saja.
"Ini jangan disalahartikan ya kalau kita agresif juga gak 19-20 toko tiap tahun, bisa klepek-klepek nanti. Nanti sampai 3-4 tahun ke depan paling 12-15 toko saja," ujarnya.
Omzet Lebaran
Lebih lanjut Danny menambahkan, pada bulan puasa dan hari lebaran, omzet penjualan yang didapat dari Hypermart bisa mencapai 25% dari total omzet penjualan selama satu tahun. Pada waktu-waktu seperti itu memang, pasar ritel modern paling banyak meraup untung.
"Omzet selama 40 hari, bulan Ramadhan, idul fitri, dan satu minggu setelah idul fitri yang kita lihat statistiknya selama ini mewakili penjualan 25% dari total omzet tahunan," ujarnya.
Danny menjelaskan, makanan-makanan yang memang banyak dikonsumsi oleh banyak orang ketika buka puasa, seperti sirup, memang paling banyak diserbu. Karena itu, produk-produk seperti itu lebih banyak dipasok pada saat bulan puasa dan hari lebaran.
"Persediaan barang sudah kita persiapkan 3 bulan lalu. Kenaikan persediaan barang ini tidak sama kaya bulan-bulan biasa, tapi kenaikannya gak sama. Apalagi yang diperlukan sehari-hari untuk buka puasa, contohnya Sirup tingkat persediaannya 4 kali lipat dari bulan-bulan biasa," jelasnya.
Pada tahun ini juga, lanjut Danny, pihaknya menargetkan adanya kenaikan omzet penjualan sampai dengan 25% dibanding dengan tahun lalu. Pada tahun 2010 lalu, omzet penjualan hanya sebesar Rp7,6 triliun dan pada tahun ini diperkirakan naik sampai dengan Rp10 triliun.
"Tahun ini omzet kita perkirakan akan mencapai Rp10 triliun. Kalau dari tahun lalu ada naik 25%, tahun lalu sebesar Rp7,6 triliun," imbuhnya.
(ade/qom)











































