Laba PT Bumi Resources Tbk (BUMI) hanya naik tipis 2,77% di semester I-2011 sebesar US$ 278,57 juta, dari perolehan laba tahun sebelumnya pada periode yang sama US$ 271,04 juta.
Seperti dikutip dari laporan kinerja keuangan perseroan, Jumat (19/8/2011), pendapatan perseroan naik cukup tinggi menjadi US$ 1,792 miliar di semester pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 1,44 miliar.
Sementara beban pokok pendapatan salah satu entitas bisnis Grup Bakrie itu juga ikut naik menjadi US$ 1,052 miliar, dari sebelumnya US$ 900,28 juta di enam bulan pertama tahun lalu. Ini membuat laba kotor perseroan naik dari US$ 540,52 juta tahun lalu ke US$ 740,09 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu membuat laba usaha emiten berkode BUMI itu naik dari US$ 386,25 juta di paruh pertama tahun lalu menjadi US$ 548,74 juta tahun ini. Tahun lalu, perseroan masih meraup penghasilan lain-lain yang sayangnya tahun ini pos itu menjadi beban lain-lain.
Penghasilan lain-lain perseroan di tahun lalu sebanyak US$ 75,735 juta, sementara tahun ini menjadi beban lain-lain sebesar US$ 496,8 ribu. Sehingga pertumbuhan laba sebelum pajaknya pun menjadi tidak terlalu tinggi hanya 18,67%.
Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, harga saham BUMI justru melemah 2,47%, dari Rp 3.025 per lembar di akhir tahun 2010 menjadi Rp 2.950 per lembar di akhir Juni 2011.
Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.40 waktu JATS harga saham BUMI terkoreksi 75 poin (2,72%) ke level Rp 2.675 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 641 kali dengan volume 60.603 lot senilai Rp 80,602 miliar. (ang/dnl)











































