PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) menderita rugi bersih sebesar Rp 179,69 miliar di semester pertama tahun ini dibandingkan laba bersih sebanyak Rp 2,72 miliar. Rugi terjadi karena beban usaha yang naik tinggi.
Seperti dikutip dari laporan kinerja keuangan BTEL semester I-2011, Jumat (19/8/2011), pendapatan usaha perseroan hanya naik tipis dari Rp 1,718 triliun di tahun lalu menjadi Rp 1,726 triliun tahun ini.
Sementara beban usaha operator Esia itu justru naik lebih tinggi dari pendapatan, mencapai Rp 1,396 triliun di paruh pertama tahun ini, dari tahun sebelumnya Rp 1,2 triliun. Dengan demikian, anak usaha Grup Bakrie itu menderita rugi usaha Rp 18,265 miliar, dari laba usaha Rp 174,59 miliar
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas turunnya kinerja emiten berkode BTEL itu maka rugi bersih per saham dasar pun menjadi Rp 6,31 per lembar di setengah tahun 2011 ini dibandingkan laba bersih per saham Rp 0,1 per lembar tahun lalu.
Sepanjang paruh pertama tahun ini, harga saham BTEL justru naik 55,31% dari Rp 235 per lembar di akhir tahun 2010 menjadi Rp 365 per lembar di akhir Juni 2011.
Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 11.05 waktu JATS, harga saham BTEL turun 30 poin (7,69%) ke level Rp 360 per lembar. Sebanyak 13.932 lot sahamnya diperdagangkan 154 kali senilai Rp 2,536 miliar. (ang/dnl)











































