Menteri BUMN 'Gemes' Banyak BUMN Tak Siap Go Public

Menteri BUMN 'Gemes' Banyak BUMN Tak Siap Go Public

- detikFinance
Jumat, 19 Agu 2011 15:36 WIB
Menteri BUMN Gemes Banyak BUMN Tak Siap Go Public
Jakarta - Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengaku gemas karena banyak BUMN yang belum siap untuk menjadi perusahaan go public dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hal ini disampaikan Mustafa ketika ditemui di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (19/8/2011).

"Saya yang paling gemas. Saya penasaran. Saya yang paling fanatik, bahkan saya promosi sendiri ke New York dan London. Tapi kemudian BUMN-nya belum siap," kata Mustafa di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (19/8/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mustafa mengatakan, ia terus mendorong BUMN untuk menjadi perusahan terbuka, dan setiap BUMN harus bersiap untuk itu.

Karena itu Kementerian BUMN siap melakukan pembinaan sejak awal kepada BUMN yang siap go public. Pengawalan meliputi aspek manajemen dan keuangan serta legal formal.

"Yang sudah jadi emiten banyak, Terbukti keterbukaannya lebih baik. Ini diibaratkan bidannya lebih gelisah, dibanding orang yang melahirkan," canda Mustafa.

BUMN yang dinyatakan Mustafa siap IPO atau go public adalah PT Semen Baturaja dan Perum Pegadaian, lalu PT Tugu Pratama anak perusahaan PT Pertamina (Persero), dan anak usaha PT Krakatau Steel Tbk.

Itupun baru terlaksana paling cepat di 2012. Untuk Pegadaian, perubahan badan usaha menjadi Persero Terbatas (PT) pun sudah tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP). "PP-nya sudah masuk ke Presiden, dan akan segera disetujui," tuturnya.

Selain IPO, Mustafa pun mendorong lebih banyak BUMN terbuka yang melakukan penerbitan saham baru (rights issue). Ia menginginkan PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) siap melakukan rights issue tahun depan.

"Garuda kalau manajemen sudah siap, bisa dilakukan juga rights issue selain BTN, Adhi Karya, dan Kimia Farma. Saya pikir tahun depan baru bisa dilakukan. Momentum 2012 kan lebih baik," ungkapnya.

(wep/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads