Demikian disampaikan Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto ketika jumpa wartawan di kantornya, Jalan Mega Kuningan, Jumat (19/8/2011).
"Saat ini, kami sedang melakukan pengkajian pabrik semen di Papua. Memang pasarnya masih kecil, tapi ada opportunity-nya di sana. Kita targetkan pengkajian selesai 2012 nanti apakah pertengahan atau triwulan ketiga. Kita bangun pabrik semen di papua untuk memenuhi kebutuhan semen di Papua," ujarnya.
Pada saat ini, kata Dwi, dirinya belum mengetahui investasi yang akan dikeluarkan untuk membangun pabrik di Papua. Menurutnya, membangun pabrik di Papua membutuhkan biaya yang lebih besar sampai dengan dua kali lipat.
"Ternyata kalau bangun di Papua bisa 2 kali cost-nya kalau bangun di tempat lain," tuturnya.
Dwi menambahkan, sebelum membangun pabrik di Papua, pihaknya harus terlebih dahulu membangun infrasturktur pendukung di sana. Alasannya adalah biaya angkut di Papua yang lebih besar karena daerahnya masih jauh dan berbukit.
"Yang dibutuhkan di sana adalah yang pertama pasar dan infrasturktur di sana. Soalnya untuk transportasi dari satu tempat ke tempat satunya juga masih tinggi cost-nya," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah daerah kan bisa memberikan izin nantinya. Jadi dari Pemda dan dari Kementerain Perindustrian," katanya.
Sampai dengan akhir tahun 2011 ini, Semen Gresik akan memfokuskan diri untuk pasar dalam negeri dan menargetkan penjualan akan meningkat sampai dengan 9-10% di semester II.
Hal ini diyakini karena cuaca pada tahun ini tidak seperti tahun lalu. "Dengan cuaca yang lebih baik dari tahun lalu, saya kira tahun ini kita akan semester lebih baik dari sementer II tahun lalu. Semester II tahun ini bsa bisa poisitif, tahun ini growth bisa berkisar 9-10%," ujarnya.
Dwi menambahkan, penjualan tersebut akan difokuskan pada penjualan dalam negeri karena ada perbedaan harga yang terjadi apabila dijual di pasar ekspor dan dijual di dalam negeri. Perbedaan tersebut bisa mencapai 15-20% atau sebesar 10-15 Dolar.
"Perbandingan ekspor dengan domestik perbandingannya 10-15 dolar, sekitar 15-20%," tuturnya.
Lebih lanjut Dwi menjelaskan, BUMN semen itu akan mulai menambah kapasitas yang pabriknya sampai dengan 2015. Saat ini, kapasitas pabrik-pabrik Semen Gresik mencapai 19,5 juta ton dan diperkirakan pada tahun 2015 nanti kapasitas akan mencapai 28,7 ton.
"Kita akan mulai membangun terus sampai nanti tahun 2015 kapasitas kita mencapai hampir 30 juta ton," imbuhnya.
Pabrik-pabrik yang dimiliki emiten berkode SMGR itu nantinya juga akan menggunakan batu bara dengan kalori yang rendah untuk menekan ongkos produksi. Rencananya, mulai dari tahun ini sampai dengan tahun 2013 nanti akan secara bertahap diubah penggunggunaan batu bara kalor tinggi dan menengah ke batu bara berkalori rendah.
"Diharapkan tahun 2013 nanti, semua pabrik sudah menggunakan batu bara yang kalori rendah," ungkapnya.
(ade/ang)











































