Rekomendasi Saham

IHSG Masih Dibayangi Anjloknya Wall Street

- detikFinance
Senin, 22 Agu 2011 07:49 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami perdagangan yang fluktuatif pada pekan lalu. IHSG berayun-ayun dalam pergerakan yang liar mengikuti bursa-bursa global yang juga sedang dilanda gejolak tingkat tinggi.

Sempat menguat di awal pekan dan bisa menembus lagi level 4.000, IHSG akhirnya terpuruk di akhir pekan. Kekhawatiran seputar meluasnya krisis dan kesehatan perbankan di Eropa plus data-data negatif dari Amerika Serikat membuat IHSG terus bergerak sangat fluktuatif.

Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:

  • Senin (15/8/2011), IHSG menguat 69,496 poin (1,79%) ke level 3.960,022.
  • Selasa (16/8/2011), IHSG turun tipis 6,745 poin (0,18%) ke level 3.953,277.
  • Kamis (18/8/2011), IHSG menguat 67,717 poin (1,71%) ke level 4.020,994.
  • Jumat (19/8/2011), IHSG terjun 178,246 poin (4,44%) ke level 3.842,748.

Sentimen negatif yang membayangi pergerakan IHSG belum sirna. Anjloknya lagi bursa Wall Street akan menjadi batu sandungan yang menghalangi IHSG bergerak di teritori positif. Pada perdagangan Senin (22/8/2011), IHSG diprediksi akan kembali akan bergerak fluktuatif cenderung melemah.

Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu kembali didera aksi jual besar dipicu meningkatnya kekhawatiran seputar resesi AS dan destabilisasi sistem finansial Eropa.

Pada perdagangan Jumat (19/8/2011), indeks Dow Jones ditutup merosot 172,93 poin (1,57%) ke level 10.817,65. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 17,12 poin (1,50%) ke level 1.123,53 dan Nasdaq melemah 38,59 poin (1,62%) ke level 2.341,84.

Namun merosotnya Wall Street tidak langsung direspons negatif oleh bursa-bursa regional yang pagi ini dibuka mixed. Pergerakan bursa regional pada Senin pagi ini adalah:

  • Indeks KOSPI menguat 11,71 poin (0,67%) ke level 1.756,59.
  • Indeks S&P/ASX menguat tipis 4,8 poin (0,12%) ke level 4.106,7.
  • Indeks Nikkei-225 melemah 32,33 poin (0,37%) ke level 8.686,91.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Indosurya:

Pada perdagangan Senin (22/8) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.700-3.772 dan resistance 3.967-4.066. IHSG membentuk semi black marubozu . Posisi c andle kembali di bawah middle bollinger bands . MACD tertahan kenaikannya dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic gagal menuju area overbought. Upaya IHSG untuk kembali naik masih tertahan oleh sentimen negatif dari Morgan Stanley. Apalagi penutupan bursa saham AS dan Eropa tidak begitu baik di akhir pekan kemarin sehingga membuat laju IHSG berat untuk naik. Diperkirakan IHSG bergerak flat dan diharapkan kemungkinan tekanan jual mulai berkurang.


eTrading Securities:

Perdagangan IHSG Jumat (19/8) ditutup turun 178.2 point (-4.43%) ke level 3,842 menyusul meningkatnya kekhawatiran soal resesi global. Jumlah transaksi tercatat sebanyak 11 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp7.5 triliun. Seluruh sektor saham pada perdagangan hari ini mengalami penurunan. Tercatat sebanyak 18 saham mengalami penguatan, 200 saham mengalami penurunan, 23 saham tidak mengalami perubahan dan 137 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp 1,713 miliar dengan saham yang paling banyak di jual adalah ASII, BMRI, BBRI, ADRO dan BBCA.

Secara teknikal, Pada perdagangan jumat minggu lalu (19/8), IHSG mengalami tekanan jual besar ditandai dengan candlestick yang membentuk pola Bearish Marubozu, namun koreksi tersebut berhasil tertahan oleh garis support Fibonacci Retracement 38,2% di area 3823. Pada perdagangan hari ini (22/8), IHSG diperkirakan masih berpotensi untuk terkoreksi kembali untuk mencoba menguji area support kuat selanjutnya di level 3735 yang juga merupakan level Support Fibonacci Retracement 23,6%. Diperkirakan IHSG akan bergerak pada range 3735-3866 dengan kecenderungan melanjutkan koreksinya dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. CTRS, SMGR, dan BBCA.

(qom/qom)