"Kami akan memantau pasar bahkan lebih erat dari sebelumnya untuk melihat apakah ada aktivitas spekulatif. Kami tidak akan mengesampingkan tindakan apapun dan akan mengambil tindakan tegas saat diperlukan," kata Noda seperti dikutip dari Reuters, Senin (22/8/2011).
Noda menegaskan pihaknya akan melakukan pertukaran informasi erat dengan negara-negara lain mengenai mata uang. Pernyataan itu diartikan Jepang akan sering melakukan kontak dengan negara-negara G7 lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu cara bagi Jepang mungkin berkomunikasi erat dengan Amerika Serikat pekan lalu, dan bersama-sama melakukan intervensi ketika pasar dibuka di Tokyo pada Senin (22/8/2011) pagi," Kaieda seperti dikutip pada program televisi.
"Intervensi ditujukan untuk mengajar (pelaku pasar) bahwa jika mereka membeli yen terlalu banyak, mereka akan terbakar," ujarnya memperingatkan.
Tindakan Waspada
Juru bicara pemerintah Jepang Yukio Edano juga mengatakan dirinya sangat prihatin atas penguatan yen akhir-akhir ini. Ia mengaku akan memperhatikan dengan hati-hati bahkan lebih dari sebelumnya untuk setiap pergerakan spekulatif di pasar.
Tokyo melakukan intervensi secara sepihak di pasar mata uang dan melonggarkan kebijakan moneter pada tanggal 4 Agustus. Namun langkah itu belum menghentikan investor memburu yen sebagai safe haven. Dolar AS tercatat terpuruk hingga level terendahnya terhadap yen di 75,95 pada jumat (19/8/2011) kemarin.
Namun dolar AS akhirnya kembali menguat hingga level tertingginya dalam 1,5 minggu di 77,23 pada Senin (22/8/2011), karena ekspektasi pasar terhadap intervensi mata uang. Prospek intervensi itu juga berhasil menahan laju penurunan indeks Nikkei.
Pasar memang bersiap menghadapi intervensi, namun ragi-ragu apakah langkah tersebut bisa berkesinambungan dalam melemahkan yen, terutama terkait kecilnya kemungkinan Tokyo bisa mendesak G7 untuk bersama-sama mengambil langkah di pasar uang.
"Saya tidak berpikir Jepang akan melakukan intervensi selama dolar tetap sekitar level saat ini di atas 76,50 yen. Tapi jika jatuh kembali di bawah 75, mungkin langkah masuk berwenang siap untuk bertindak setiap saat dan itu mungkin pesan mereka. mencoba untuk mengirim, "kata Naoki Iizuka, ekonom senior di Mizuho Securities.
"Harga saham mungkin sebentar reli jika Tokyo campur tangan. Tapi akan sulit untuk mengubah (lemah dolar) tren pasar," tambahnya.
(qom/qom)











































