Jepang Siap Intervensi untuk Hadang Spekulasi Yen

Jepang Siap Intervensi untuk Hadang Spekulasi Yen

- detikFinance
Senin, 22 Agu 2011 15:32 WIB
Jepang Siap Intervensi untuk Hadang Spekulasi Yen
Tokyo - Jepang akan mengambil tindakan tegas terhadap setiap langkah spekulatif di pasar mata uang. Menteri Keuangan Yoshihiko Noda memberikan sinyal kesiapannya untuk melakukan intervensi guna membendung penguatan yen lebih lanjut setelah mata uang tersebut menembus rekor tertingginya pada pekan lalu.

"Kami akan memantau pasar bahkan lebih erat dari sebelumnya untuk melihat apakah ada aktivitas spekulatif. Kami tidak akan mengesampingkan tindakan apapun dan akan mengambil tindakan tegas saat diperlukan," kata Noda seperti dikutip dari Reuters, Senin (22/8/2011).

Noda menegaskan pihaknya akan melakukan pertukaran informasi erat dengan negara-negara lain mengenai mata uang. Pernyataan itu diartikan Jepang akan sering melakukan kontak dengan negara-negara G7 lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Perdagangan Banri Kaieda juga mengatakan bahwa akan lebih baik jika Jepang dan Amerika Serikat bersama-sama bisa campur tangan di pasar mata uang. Kaieda memang tidak memiliki yurisdiksi atas mata uang, namun bersama Noda, dia akan menjadi pesaing untuk menggantikan Naoto Kan sebagai Perdana Menteri.

"Salah satu cara bagi Jepang mungkin berkomunikasi erat dengan Amerika Serikat pekan lalu, dan bersama-sama melakukan intervensi ketika pasar dibuka di Tokyo pada Senin (22/8/2011) pagi," Kaieda seperti dikutip pada program televisi.

"Intervensi ditujukan untuk mengajar (pelaku pasar) bahwa jika mereka membeli yen terlalu banyak, mereka akan terbakar," ujarnya memperingatkan.

Tindakan Waspada

Juru bicara pemerintah Jepang Yukio Edano juga mengatakan dirinya sangat prihatin atas penguatan yen akhir-akhir ini. Ia mengaku akan memperhatikan dengan hati-hati bahkan lebih dari sebelumnya untuk setiap pergerakan spekulatif di pasar.

Tokyo melakukan intervensi secara sepihak di pasar mata uang dan melonggarkan kebijakan moneter pada tanggal 4 Agustus. Namun langkah itu belum menghentikan investor memburu yen sebagai safe haven. Dolar AS tercatat terpuruk hingga level terendahnya terhadap yen di 75,95 pada jumat (19/8/2011) kemarin.

Namun dolar AS akhirnya kembali menguat hingga level tertingginya dalam 1,5 minggu di 77,23 pada Senin (22/8/2011), karena ekspektasi pasar terhadap intervensi mata uang. Prospek intervensi itu juga berhasil menahan laju penurunan indeks Nikkei.

Pasar memang bersiap menghadapi intervensi, namun ragi-ragu apakah langkah tersebut bisa berkesinambungan dalam melemahkan yen, terutama terkait kecilnya kemungkinan Tokyo bisa mendesak G7 untuk bersama-sama mengambil langkah di pasar uang.

"Saya tidak berpikir Jepang akan melakukan intervensi selama dolar tetap sekitar level saat ini di atas 76,50 yen. Tapi jika jatuh kembali di bawah 75, mungkin langkah masuk berwenang siap untuk bertindak setiap saat dan itu mungkin pesan mereka. mencoba untuk mengirim, "kata Naoki Iizuka, ekonom senior di Mizuho Securities.

"Harga saham mungkin sebentar reli jika Tokyo campur tangan. Tapi akan sulit untuk mengubah (lemah dolar) tren pasar," tambahnya.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads