Restrukturisasi Utang Rp 736 Miliar, META Janji Untung di 2011

Restrukturisasi Utang Rp 736 Miliar, META Janji Untung di 2011

- detikFinance
Senin, 22 Agu 2011 16:52 WIB
Jakarta - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) melakukan pembiayaan kembali (refinancing) utang anak usaha sebesar Rp 736 miliar. Skema pergantian bank, dari Bank Mega menjadi Bank Central Asia (BCA) didasarkan atas penawaran tingkat bunga yang lebih rendah yakni 9,75%.

Menurut Direktur Utama META, M. Ramdani Basri, refinancing yang telah mendapat restu pemegang saham tersebut, memberi dampak positif. Di mana implikasi atas menurunnya beban bunga hingga 25%. Perseroan percaya diri akan memperoleh laba pada akhir 2011.

"Refinancing ini menunjukan kepercayaan perbankan pada bisnis perseroan. Apalagi kami mendapatkan tingkat bunga yang lebih rendah yaitu 9,75%. Bisa positiflah akhir tahun," ungkap Ramdani di Graha Niaga, Jakarta, Senin (22/8/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai catatan, perseroan di semester I-2011 menderita rugi bersih Rp 25,575 miliar, rugi itu meningkat 75,01% dibandingkan rugi periode yang sama tahun lalu Rp 14,61 miliar. Meski pendapatan perseroan tumbuh 19,4%, kenaikan beban usaha dan beban lain-lain jauh lebih besar.

"Kami sebagai shareholer yakin langkah yang dilakukan manajemen. Keuangan yang ada di perusahaan karena adanya rugi, dan wajar karena META adalah perusahaan infrastruktur. Yang penting pendanaan kita cukup," terang Managing Director PT Rajawali Corpotarion, Darjoto Setyawan. Rajawali merupakan pemegang saham META.

Namun saat META melakukan ekspansi dengan akuisisi proyek baru, tentu berimbas pada kinerja mereka. Darjoto pun memaklumi saat laba bersih perseroan masih negatif, asalkan ada ekspansi usaha dari perseroan.

Hingga Juni 2011, total utang perseroan mencapai Rp 750 miliar. Dari jumlah itu Rp 14 miliar merupakan utang langsung META, sisanya milik tiga anak usaha yakni PT Bintaro Serpong Damai, PT Bosowa Marga Nusantara dan PT Jalan Tol Seksi Empat.

PT BSD merupakan pengelola ruas jalan tol Jakarta-Bumi Serpong Damai (BSD) sepanjang 7,25 km dan merupakan jenis community tol (tol komunitas). Sementara PT BMN mengelola tol Bosowa-Makasar sepanjang 5,95 km dan berjenis citi tol (tol dalam kota). Satu lagi, PT JTSE pengelola tol Bandara Seksi 4 Makasar sepanjang 11,57 km.

"Total utang anak usaha, PT JTSE Rp 350 miliar, PT BSD Rp 250 miliar yang terbagi dua pendanaan, yakni Bank Mandiri Syariah dan Bank Mega. Kemudian BMN, di bawah Rp 40 miliar," tutur Direktur Keuangan META, Danni Hassan.

(wep/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads