Menurut Direktur Utama META, M. Ramdani Basri, refinancing yang telah mendapat restu pemegang saham tersebut, memberi dampak positif. Di mana implikasi atas menurunnya beban bunga hingga 25%. Perseroan percaya diri akan memperoleh laba pada akhir 2011.
"Refinancing ini menunjukan kepercayaan perbankan pada bisnis perseroan. Apalagi kami mendapatkan tingkat bunga yang lebih rendah yaitu 9,75%. Bisa positiflah akhir tahun," ungkap Ramdani di Graha Niaga, Jakarta, Senin (22/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sebagai shareholer yakin langkah yang dilakukan manajemen. Keuangan yang ada di perusahaan karena adanya rugi, dan wajar karena META adalah perusahaan infrastruktur. Yang penting pendanaan kita cukup," terang Managing Director PT Rajawali Corpotarion, Darjoto Setyawan. Rajawali merupakan pemegang saham META.
Namun saat META melakukan ekspansi dengan akuisisi proyek baru, tentu berimbas pada kinerja mereka. Darjoto pun memaklumi saat laba bersih perseroan masih negatif, asalkan ada ekspansi usaha dari perseroan.
Hingga Juni 2011, total utang perseroan mencapai Rp 750 miliar. Dari jumlah itu Rp 14 miliar merupakan utang langsung META, sisanya milik tiga anak usaha yakni PT Bintaro Serpong Damai, PT Bosowa Marga Nusantara dan PT Jalan Tol Seksi Empat.
PT BSD merupakan pengelola ruas jalan tol Jakarta-Bumi Serpong Damai (BSD) sepanjang 7,25 km dan merupakan jenis community tol (tol komunitas). Sementara PT BMN mengelola tol Bosowa-Makasar sepanjang 5,95 km dan berjenis citi tol (tol dalam kota). Satu lagi, PT JTSE pengelola tol Bandara Seksi 4 Makasar sepanjang 11,57 km.
"Total utang anak usaha, PT JTSE Rp 350 miliar, PT BSD Rp 250 miliar yang terbagi dua pendanaan, yakni Bank Mandiri Syariah dan Bank Mega. Kemudian BMN, di bawah Rp 40 miliar," tutur Direktur Keuangan META, Danni Hassan.
(wep/dnl)











































